Novel Bamukmin/ Foto: net

telusur.co.id – Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) mengecam keras penghadangan dan persekusi terhadap Habib Hanif Alatas (menantu Habib Rizieq Shihab) dan Habib Bahar bin Smith di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Senin (15/10/18) kemarin.

Juru Bicara PA 212 Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengatakan, persekusi tersebut diduga bermuatan politis dan memang sengaja ingin menggagalkan acara haul ayah dari Habib Bahar bin Smith.

“Kami mengecam tindakan preman Manado yang kami duga itu laskar Manguni, laskar radikal yang merupakan bagian dari Projo. Yang kita duga memang sengaja ingin menggagalkan acara, mereka ini punya kepentingan politik yang kental,” kata Novel kepada telusur.co.id, Selasa (16/10/18).

Novel menyayangkan, karena bandara yang harusnya steril dari demonstrasi , tapi bisa kebobolan oleh kelompok preman yang masuk dengan leluasa membawa senjata tajam. Menurutnya, kejadian ini telah mencoreng wajah Indonesia dan merupakan kemunduran dari pengamanan aparat.

“Karenanya, kami meminta mereka-mereka itu diproses hukum karena telah memporakporandakan kesterilan bandara,” tegasnya.

Sebenarnya, kata Novel, saat itu di bandara banyak aparat. Namun, terkesan ada pembiaran dari aparat terhadap kelompok-kelompok preman tersebut.

“Polisi kalau bisa bekerja, segera usut tuntas sampai kepada aktor intelektualnya , kalau tidak bisa, kami Kapolres, Kapolsek setempat dipecat karena telah gagal untuk mengantisipasi datangnya preman-preman itu sehingga masuk ke bandara,” tegasnya.

“Hari ini kami melawan, yang sekian kali kami mengalah dari kejadian Neno Warisman, Mardani Ali Sera, Ahmad Dhani, Penyanyi Aang yang dimana-mana dipersekusi kami mengalah, mulai dari Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain, Fahri Hamzah, kali ini kami melawan,” sambungnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, Habib Bahar adalah orang asli Manado, putra daerah Manado, tapi tidak diperbolehkan menginjak Manado oleh para preman.

“Makanya kenapa kami melakukan perlawanan, loh orang putra daerah sendiri dilarang-larang. Maka Habib Bahar sudah tahu situasi kondisinya, menginstruksikan untuk melakukan perlawanan. Dari DPP FPI menginstruksikan perlawanan untuk mengawal Habib Bahar dan Habib Hanif untuk sampai di tempat apapun resikonya,” paparnya.

Selanjutnya, dia berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi. Pihaknya juga meminta aparat kepolisian untuk terus memantau posko-posko Laskar Manguni atau orang-orang Projo yang ada di Manado jangan coba-coba untuk bergerak.

“Kalau mereka bergerak, kami bergerak. Kami gak bakalan mau mengalah lagi, karena ini sudah keterlaluan, membawa senjata, menantang ulama kami, maka sampai titik darah penghabisan, kami akan hadapi,” demikian Novel.[far]

Bagikan Ini :