Petugas KPK/Net

telusur.co.id – Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro beserta Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, masih menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa siang (16/10/18).

Hal itu sebagaimana disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi terkait keberadaan keduanya, yang sudah sekitar 12 jam berada di dalam gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Tersangka dalam kasus suap terkait perizinan Meikarta masih proses pemeriksaan di KPK,” kata Fedri.

Neneng, ditangkap tim KPK pada Senin malam. Ia pun kemudian digelandang ke gedung KPK, dan tiba sekitar pukul 23.25 WIB.

Begitu pula dengan Bos pengembang properti itu, Billy Sindoro, yang ditangkap petugas KPK saat sedang berada di kediamannya. Tak lama setelah Neneng tiba, Billy pun tiba, sekitar pukul 23.37 WIB.

Sebelumnya, Neneng dan Billy sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus perizinan proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Neneng selaku bupati dan para kepala dinas di Pemkab Bekasi diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group.

Nama Billy Sindoro sudah tidak asing lagi, persoalan korupsi yang dihadapinya bukan pertama kali. Petinggi Lippo Group itu pernah divonis tiga tahun penjara karena praktik culasnya, menyuap Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Iqbal, senilai Rp 500 juta di tahun 2008.

Saat itu, Billy menduduki posisi Komisaris PT. Lippo. Dia juga menjadi pemegang saham PT. Direct Vision.

Adapun kasus yang membelit Billy saat itu, adalah terkait perkara yang sedang ditangani KPPU, yakni mengenai hak siar Liga Inggris. Akibat monopoli itu, Indovision rugi US$ 1 miliar. [ipk]

Bagikan Ini :