Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (tengah). FOTO: telusur.co.id/Fahri Haidar

telusur.co.id – Pihak kepolisian angkat bicara terkait penghadangan Habib Hanif Alatas dan Habib Bahar bin Smith di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Senin sore (15/10/18).

Kadiv Humas Mabes Pori Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, penghadangan tersebut karena persoalan miskomunikasi.

“Iya, itu ada miskomunikasi, tapi sudah dijelaskan oleh Polda metro Sulawesi Utara,” kata Setyo kepada wartawan, Jakarta, Rabu (17/10/18).

Setyo menjelaskan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Polda Sulawesi Utara. Saat ini, kata dia, masing-masing pihak sudah saling memahami.

“Masing-masing pihak bisa memahami, dan tadi pagi (Habib Hanif dan Habib Bahar) sudah kembali ke Jakarta dalam keadaan aman,” ujarnya.

Seperti diketahui, telah terjadi penghadangan dan persekusi terhadap Habib Hanif Alatas (menantu Habib Rizieq Shihab) dan Habib Bahar bin Smith di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Senin (15/10/18) kemarin.

Kedatangan dua orang tokoh ulama tersebut, adalah untuk menghadiri acara haul ayah dari Habib Bahar bin Smith.

Juru Bicara PA 212 Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengatakan, persekusi tersebut diduga bermuatan politis dan memang sengaja ingin menggagalkan acara haul ayah dari Habib Bahar bin Smith.

“Kami mengecam tindakan preman Manado yang kami duga itu laskar Manguni, laskar radikal yang merupakan bagian dari Projo. Yang kita duga memang sengaja ingin menggagalkan acara, mereka ini punya kepentingan politik yang kental,” kata Novel kepada telusur.co.id, Selasa (16/10/18).[far]

Bagikan Ini :