Ketua DPC Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi, Obing Fachrudin. foto : Dudun Hamidullah

telusur.co.id – Pasca penangkapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi yang terjerat suap terkait perizinan mega proyek Meikarta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat apresiasi dari para pengusaha Kabupaten Bekasi.

Ketua DPC Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi, Obing Fachrudin yang didampingi Wakil Ketua Kadin Kabupaten Bekasi, Amung Sutisna mengapresiasi kinerja yang dilakukan KPK.

Menurutnya, dengan kejadian ini dapat menjadi pengalaman berharga ke depan untuk penataan administrasi perizinan di Kabupaten Bekasi.

“Selama ini banyak keluhan dari pelaku industri di Kabupaten Bekasi terkait birokrasi perizinan yang panjang dan dipersulit, sehingga diharapkan moment ini menjadi bahan evaluasi agar kedepannya Bekasi dapat bersinar yang sesungguhnya,” katanya kepada telusur.co.id di kantornya, Rabu (17/10/18).

Hal senada diungkapkan Ketua BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Bekasi, Husni Tamrin. Ia menuding birokrasi yang rumit dan berbelit-belit juga berimbas pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus perizinan.

“Dengan kejadian ini saya berharap agar menjadi titik balik perbaikan birokrasi di Kabupaten Bekasi,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia tetap berharap agar pembangunan di Kabupaten Bekasi tetap berjalan dengan baik walaupun SKPD yang terjaring KPK merupakan dinas yang bersentuhan langsung dengan pengusaha.

“Kita berharap kejadian ini tidak mengganggu terhadap proyek-proyek yang ada di Kabupaten Bekasi, apalagi bulan-bulan ini masa pembayaran pekerjaan. Namun kami yakin pihak-pihak terkait akan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. (ham)

Bagikan Ini :