wartawan Jamal Khashoggi. foto net

telusur.co.id- Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin dan Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liam Fox absen dalam menghadiri konferensi investasi di Arab Saudi.

Hal tersebut kemungkinan karena adanya kabar soal tuduhan bahwa Arab Saudi mendalangi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Khashoggi tidak terlihat sejak masuk konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Namun, negara Raja Salman menyangkal tuduhan pembunuhan Khashoggi. Bahkan, Arab mengizinkan para investigator menggeledah gedung yang dituduh tempat dugaan pembunuhan tersebut.

Tak hanya AS dan Inggris, Menkeu Belanda dan Prancis, beberapa politisi dan pemimpin bisnis lainnya juga menolak menghadiri konferensi di Arab Saudi.

Namun begitu, sejumlah pembisnis besar seperti Goldman Sachs, Pepsi dan EDF masih ingin datang. Walaupun adanya tekanan untuk memboikot konferensi tersebut.

Mnuchin mengumumkan dia tidak akan menghadiri konferensi itu setelah diskusi dengan Presiden AS Donald Trump dan Menlu AS Mike Pompeo. Pompeo datang ke Riyadh, awal pekan ini dalam rangka membahas hilangnya Khashoggi.

“Keputusan Mnuchin merupakan pukulan paling besar sejauh ini pada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman,” ungkap koresponden diplomatik BBC James Robbins.

Selain itu, beberapa kelompok hak asasi manusia (HAM) juga mendesak Turki meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki kemungkinan pembunuhan terhadap jurnalis tersebut.

Amnesty International, Human Rights Watch, Reporters Without Borders, dan Committee to Protect Journalists menyatakan investigasi satu pihak oleh Arab Saudi tak cukup.

Apalagi, sampai sekaranga belum ada kejelasan nasib Khashoggi yang masuk konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Khashoggike sana untuk mengurus dokumen agar dapat menikahi tunangannya Hatice Cengiz.[Ham]

Bagikan Ini :