Luhut Binsar dan Sri Mulyani/Net

telusur.co.id – Pengamat Politik, Karyono Wibowo angkat bicara soal pelaporan terhadap Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Bawaslu RI.

Kedua Menteri Kabinet Kerja tersebut dilaporkan lantaran melakukan pelanggaran kampanye dengan mengarahkan Direktur IMF Christine Lagarde berpose satu jari.

“Menurut saya, itu seharusnya tidak dilakukan oleh Pak Luhut dan Bu Sri Mulyani, karena itu bukan tempatnya,” kata Karyono kepada telusur.co.id, Sabtu (20/10/18).

Menurutnya, di tengah forum ekonomi internasional yang dihadiri oleh ribuan delegasi dari berbagai negara dan menjadi sorotan dunia, hal seperti itu kurang pantas dan seharusnya tidak terjadi.

Karenanya, Direktur Indonesia Public Institute (IPI) itu menilai, sudah sewajarnya Bawaslu RI menindaklanjuti laporan terhadap Luhut dan Sri Mulyani.

“Kalaupun misalnya Bawaslu mau mengusut, itu sah-sah saja, apakah ada unsur pelanggaran kampanye atau tidak,” tandasnya.

Dikabarkan sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani diketahui mengarahkan Direktur IMF Christine Lagarde untuk mengangkat tangan dengan menunjuk satu jari saat sesi foto pertemuan IMF di Bali.

Awalnya, Christine mengacungkan dua jari, tanda victory. Melihat itu, Luhut langsung meminta Christine mengganti pose dua jarinya menjadi satu jari.

Usai sesi foto, Sri Mulyani menjelaskan perihal pose satu jari kepada christine.

Two is for Prabowo, one is for Jokowi,” kata Sri Mulyani.[far]

Bagikan Ini :