telusur.co.id– Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkomitmen akan memajukan desa lewat program Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD). Apalagi, pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla telah berkomitmen akan membangun dan memajukan desa.

Demikian disampaikan oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh dalam keterangan persnya, Senin (22/19/18).

Menurut Ni’am, majunya suatu desa tidak terlepas dari pemberdayaan dan kemandirian para pemudanya. Dan, tahun depan, kata dia, pemerintah telah mengalokasikan dana desa Rp73 triliun.

“Alokasi Dana Desa yang terus meningkat tiap tahun sejak 2015 lalu harus ditopang dengan peran pemudanya. Pemuda di desa harus bisa mandiri agar dapat secara efektif menyerap Dana Desa untuk pembangunan di desanya masing-masing,” kata Ni’am.

Ni’am melanjutkan, pemuda di desa harus bisa menjadi ujung tombak penyerapan dana desa. Tujuannya agar bisa memajukan desanya melalui usaha mandiri yang berkelanjutan, maupun kegiatan lainnya.

“Ini komitmen Indonesia membangun dari desa, dan komitmen ini bisa diperluas di seluruh Indonesia. Ini adalah bentuk gerakan revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo dan harus menyentuh masyarakat pedesaan,” paparnya.

Oleh sebab itu, Ni’am berharap, pemuda-pemuda di desa hendaknya bisa menjadi agen perubahan di lingkungan desanya masing-masing.

Ia juga berharap, peserta PMMD yang tiap tahun diikuti sebanyak 1.000-1.500, bisa menggerakkan jutaan pemuda Indonesia lainnya.

“Ini amanah, tanggung jawab dan kepercayaan jadi semua peserta harus siap. Ini komitmen Indonesia membangun dari desa, dan komitmen ini bisa diperluas di seluruh Indonesia,” katanya.

Senada dengan itu, Asisten Deputi Kepemimpinan Kemenpora, Ibnu Hasan menuturkan, program PMMD yang merupakan kegiatan kementeriannya ditujukan untuk memberikan fasilitasi bagi kaum muda. Tujuannya agar mereka dapat berperan dalam membangun masyarakat berbasis komunitas, dengan pendekatan kemandirian dan kepeloporan.

“Tahun 2018 ini sasarannya adalah 1.000 pemuda dari berbagai daerah dengan mekanisme seleksi, di mana 800 peserta merupakan peserta baru, sedangkan 200 peserta merupakan peserta terpilih dari peserta program tahun sebelumnya,” tandasnya.[Ham]

Bagikan Ini :