FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama akan menggelar Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) V 2018 pada 24-30 Oktober 2018.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ahmad Zayadi mengatakan, PPSN tahun ini menjadi bagian dari peringatan Hari Santri 2018. Karena itu, tema kegiatan ini pun tak jauh dari tema Hari Santri, yakni “Pramuka Santri Menebar Kedamaian untuk Indonesia yang Kuat dan Berkarakter”.

“Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat tentang ciri khas keunggulan Pramuka di pondok pesantren beserta tradisinya. Sehingga nanti dalam pelaksanaan perkemahan tecermin kegiatan yang khas ala pesantren,” kata Zayadi dalam keterangannya, Senin (22/10/18).

Dijelaskan Zayadi, melalui momentum PPSN, Pramuka-Santri akan digembleng sejumlah kegiatan mental, fisik, dan spiritual yang akan mengarahkan mereka sebagai agen-agen perdamaian di lingkunganya masing-masing.

Sementara, Kepala Subdirektorat PD Pontren, Basnang Said, mengatakan, PPSN kali ini juga akan ada pemecahan rekor MURI. Yakni penampilan Bahana Rythme Melayu Krinok dengan pengiring terbanyak. Sedangkan, pesertanya dari 34 Provinsi nantinya akan menampilkan seni vokal musikalitas tradisi melayu pantun sahut-menyahut yang dipadukan dengan musik kelintang kayu pohon Ngkring Beluka yang berisikan mantera dan doa.

“Sedikitnya ada 3.000 peserta, 200 sangga kerja, 375 tapak kemah, 100 panitia penyelenggara, 200 panitia pelaksana, 156 juri, dan 13 instruktur,” ujar Basnang.

Pemecahan rekor MURI sendiri akan dilakukan sebagai rangkaian pembukaan PPSN pada Kamis, 25 Oktober 2018. Sedikitnya akan ada 5.000 ribu orang yang hadir saat acara yang akan dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tersebut.

Basnang optimistis ajang tiga tahunan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi ini bakal berlangsung sukses.

“Semoga semua pihak turut mendukung penuh agenda gelaran ini dalam rangka mempertahankan spirit nasionalisme dan patriotisme di kalangan santri,” katanya.

PPSN merupakan ajang silaturrahim dan lomba Pramuka-Santri pondok pesantren seluruh Indonesia, dalam rangka menguatkan nasionalisme dan cinta tanah air yang akhir-akhir ini mulai terdegradasi. Selain itu, Pramuka selaras dengan nilai-nilai Islam dan kultur keindonesiaan.

PPSN pertama kali dilakukan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta, 2006 lalu. Kemudian, di Bumi Perkemahan Letjend DR (HC) Masyhudi Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, 2009. Lalu, di Raja Ali Kelana Batam, Kepulauan Riau, 2012. Dan, di Wisata Agro Tambang Ulang Tanah Laut, Kalimantan Selatan, 2015.[Ham]

Bagikan Ini :