telusur.co.id – Ketua DPP Partai NasDem bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya mengatakan hoaks sangat berbahaya dalam kehidupan karena bukan hanya mengancam demokrasi di Indonesia, berpotensi memecah belah bangsa, tetapi juga mengancam demokrasi dunia.

“Hoaks atau fake news ini tidak hanya ancaman bagi demokrasi Indonesia, tapi ancaman bagi demokrasi dunia,” tegas Willy Aditya saat menanggapi ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar politik kebohongan segera diakhiri dan digantikan politik pembangunan.

Lebih jauh dikatakan Willy, NasDem setuju dengan pernyataan capres usungan NasDem itu. Dia bahkan mendorong pemerintah dan DPR untuk menginisiasi undang-undang yang mengatur tentang politik kebohongan. Willy menilai hoaks berpotensi memecah belah bangsa.

“Kemudian DPR atau Pak Jokowi mulai menginsiasi UU yang secara tegas menangkal politik kebohongan. Karena ini kan masyarakat kita kalau dilihat kan plural, ini sangat menjadi ancaman serius. Amerika dengan pluralisme seperti itu dengan tingkat melek politik tinggi itu bisa terpecah oleh fake news. Kita bisa belajar dari itu, jangan ketika sudah membuat bangsa ini hancur baru kita semua sadar,” terangnya.

Dikatakan politisi muda NasDem itu, NasDem menampik anggapan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebut Jokowi sebagai produsen hoaks. Willy mengungkit kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet yang diramaikan Gerindra dkk.

“Ah, itu siapa yang makan cabai dia yang kepedasan. Ini sudah tertangkap basah siapa yang memproduksi hoaks. Kasus RS (Ratna Sarumpaet), kasus yang lain itu sudah terang-terangan. Jangan sekarang playing victim dong. Jangan kemudian dibalik-balik logika publik, nggak boleh. Ini sudah melakukan kebohongan lagi,” tegas Willy. (ham)

Bagikan Ini :