Ketua Bawaslu Abhan dalam diskusi "Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media" di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/18).

telusur.co.id – Situasi dan kondisi politik di masa kampanye semakin memanas, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan memprediksi pelanggaran kampanye akan banyak bermunculan menjelang masa-masa akhir kampanye.

“Kampanye ini agak lama, ada 7 bulan. Kami lihat nanti di akhir-akhir bakalan banyak pelanggaran,” ungkap Abhan dalam diskusi “Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media” di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/18).

Lebih rinci, Abhan mewanti-wanti jika pelanggaran terbanyak akan terjadi didetik-detik akhir seperti di masa tenang dan menjelang pencoblosan. Karena itu, dia mengingatkan kepada seluruh anggota Bawaslu di seluruh Indonesia untuk sigap dalam proses pengawasan di lapangan.

Lebih lanjut, dia mengatakan panasnya situasi politik menjelang pemilu karena kondisi pemilu 2019 berbeda dengan pemilu 2014. Di pemilu 2014, pemilu antara pileg dan pilpres dipisah. Namun, di pemilu 2019 pileg dan pilpres dilakukan bersamaan.

“Selain itu yang berbeda dari Pemilu 2019 ini yakni parliamentary threshold (PT) adalah 4 persen dengan 16 parpol. Di pemilu 2014 PT cuma 3,5 persen dengan 10 partai,” kata Abhan

Belum lagi, di pemilu 2019 ini, sistem proporsional terbuka masih dipakai. Artinya, selain kontestasi antar parpol, kontestasi di internal parpol antara caleg juga terjadi.

“Artinya apa, berbagai kontestasi yang tinggi, punya potensi pelanggaran. Makanya kami selalu bersiap,” katanya. (ham)

Bagikan Ini :