telusur.co.id – Pembakaran bendera bertuliskan tauhid yang dilakukan oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendapat banyak kecaman dari berbagai kalangan.

Bahkan akibat itu, ada petisi online yang mendesak pembubaran Banser. Selain petisi online bubarkan Banser, di media sosial Instagram, hastag #BubarkanBanser pun kian ramai.

Berdasarkan pantauan telusur.co.id, hingga pukul 15.03, sudah sebanyak 2.149 pengguna IG yang menggunakan #BubarkanBanser.

Tidak hanya itu, ada juga warganet yang memelesetkan dengan menggunakan #BubarkanBanserep.

Sebelumnya, Petisi online berjudul Bubarkan Banser itu dibuat oleh akun @Shilvia Nanda, Selasa (22/10/18).

Ribuan orang sudah menandatangani petisi yang dimuat di change.org, yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Dalam keterangannya, @Shilvia mengatakan seharusnya organisasi besar kepemudaan ormas NU ini berfungsi sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar, pelindung sesama muslim, menyebarkan kebaikan walau berbeda mahzab, menjaga ketauhidan.

“Di saat umat muslim fokus sibuk dengan membantu korban bencana Donggala, Sigi, Palu, Lombok. Banser justru sibuk menjaga gereja, membubarkan pengajian, memusuhi ulama, dan hari ini membakar bendera Ar Rayah,” demikian keterangan dalam petisi online itu.

Belum ada komentar atau tanggapan dari Banser tentang petisi online itu. [ipk]

Bagikan Ini :