Dolar AS dan Rupiah (ilustrasi)/Net

telusur.co.id – Fluktuasi nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ini (23/10/18) kembali melemah sebesar 40 poin menjadi Rp15.211 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.171 per dolar AS.

Rully Nova, pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk  di Jakarta, mengatakan bahwa salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah ini dikarenakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang berada di atas 3 persen, sehingga  masih menjadi sentimen negatif bagi kurs rupiah.

“Imbal hasil obligasi AS itu masih menjadi daya tarik investor di negara berkembang, sebagian investor cenderung memindahkan dananya sehingga membebani fluktuasi rupiah,” ujarnya.

Di samping , kecenderungan yang kuat  the Fed dalam akhir tahun ini untuk menaikan suku bunganya, turut menjadi beban bagi mata uang rupiah.

“Pelemahan juga terjadi pada mata uang negara tetangga karena sentimen the Fed itu,” Imbuh Rully.

Rully menjelaskan, biarpun begitu , Bank Indonesia yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate” di 5,75 persen diharapkan dapat menurunkan defisit transaksi berjalan.

“Defisit transaksi berjalan merupakan salah satu faktor negatif bagi rupiah,” katanya.

Seperti diketahui, bahwa kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (23/10), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp15.208 dibanding sebelumnya (22/10) di posisi Rp15.192 per dolar AS.(Isk).

 

 

Sumber: Antara

 

Bagikan Ini :