Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono/Istimewa

telusur.co.id – Kritik keras dilayangkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono kepada politikus PDIP, Budiman Sujatmiko.

Hal itu lantaran Arief tidak terima dengan pernyataan Budiman, bahwa tidak selesainya kasus HAM di era Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, karena ada orang dekat capres penantang yang tidak mau itu selesai.

“Budiman Sujatmiko sebutkan nama-nama kelompok masyarakat yang dekat Prabowo yang menghalangi membuka kasus HAM masa lalu. Jangan asbun doang dan bersolek dengan kata-kata saja ya,” kata Arief kepada telusur.co.id, Kamis (25/10/18).

Mantan aktivis 98 itu mengaku, tidak ada masalah kalau pemerintah ingin menggelar pengadilan HAM. Agar publik tahu, siapa sebenarnya yang melanggar. Masih ada waktu bagi pemerintah, untuk membuatnya.

“Prabowo siap kok. Dan saya yakin kok, Prabowo tidak melakukan pelanggaran HAM,” kata Arief.

Koordinator Gerindra Kalimantan Barat itu lantas menyinggung soal korupsi pengadaan bus Transjakarta, yang terjadi di era Jokowi saat menjadi gubernur DKI. Terlebih, ada fakta dipersidangan keterlibatan Joko Widodo dan Michael Bimo dalam proses pembelian Busway.

“Jadi ya Budiman Sujatmiko jangan jadi politikus sontoloyo seperti yang dikatakan oleh Joko Widodo bahwa banyak Politikus sonyoloyo yang suka memanfaatkan saat-saat tahun politik untuk kepentingan sesaat saja,” kata dia.

“Betul juga kang mas Joko Widodo bilang ada politikus sontoloyo, ternyata Budiman Sujatmiko yang politikus sontoloyo.”

Sebelumnya, Budiman mengatakan bahwa ada kelompok masyarakat yang tidak ingin kasus HAM ini terselesaikan.

“Ada sebagian kelompok masyarakat yang diduga terindikasikan dekat dengan capres penantang Pak Jokowi yang menentangnya. Yang diduga dekat dengan capres penantang Pak Jokowi menentangnya sejak awal,” kata Budiman menanggapi rapor merah penanganan HAM 4 tahun pemerintahan Jokowi oleh Kontras dan Komnas HAM, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 22 Oktober 2018. [ipk]

Bagikan Ini :