Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif/telusur.co.id

telusur.co.id – Ketua Umum Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Maarif memperingatkan aparat kepolisian agar jangan berhenti mengusut kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Apalagi, jika para tersangka pembakar bendera tersebut dilepas.

“Wahai aparat, jangan salahkan kalau kau lepas itu tersangka, kalau kau lepas penghina agama, jangan salahkan umat Islam akan beramai-ramai datang ke Garut, akan mengepung Polres Garut,” kata Slamet ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/18).

Baca Juga:PA 212: Pembakaran Bendera Tauhid Persis Seperti PKI Saat Membunuh Pahlawan Revolusi

Juru bicara DPP Front Pembela Islam itu juga mewanti-wanti, bahwa energi umat Islam akan kembali menyatu karena kasus pembakaran bendera tauhid.

“Penghinaan agama oleh Ahok membuat energi umat bersatu padu dan membuat Ahok kalah. Dan saya yakin, energi karena pembakaran kalimat tauhid akan menjadi energi yang mempersatukan umat untuk mengalahkan dan menjatuhkan Jokowi di 2019,” tegasnya berapi-api.

Baca Juga: Sebut Bendera Tauhid Sebagai Bendera HTI, Ketum GP Ansor Dipolisikan Besok

Menurutnya, tanda-tanda kekalahan Jokowi sudah terlihat. Dia melihat, tanda-tanda kekalahan itu sama ketika warga Jakarta mengalahkan Ahok di Pilkada 2017.

“Tandanya sama, tanda kemenangan buat kita, tanda kekalahan buat mereka. Maka umat Islam jangan pernah takut, besok ada aksi di patung kuda, kita berangkat sama-sama,” tambahnya.[far]

Bagikan Ini :