telusur.co.id – Gara-gara kasus pembunuhan wartawan terkemuka Jamal Khashoggi, Arab Saudi terus mendapat tekanan dari dunia. Terbaru, bank-bank asing melakukan boikot terhadap keuangan Arab Saudi.

Bahkan, acara konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan yang dibuka di Riyadh pada hari Selasa, kemarin diboikot oleh puluhan politisi Barat, serta bankir dunia top dan eksekutif perusahaan.

Atas sikap boikot itu, Arab Saudi tak berkutik. Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menghukum bank-bank asing yang memboikot sebuah forum investasi dalam pesan kepastian untuk pertemuan yang dibayangi oleh kecaman global terhadap wartawan yang terbunuh Jamal Khashoggi.

Kepala bank sentral Saudi mengatakan bank-bank asing berpantang dari acara tersebut tidak akan dikenakan sanksi dan mungkin berlaku untuk lisensi untuk beroperasi di negara Teluk, ekonomi terbesar Timur Tengah.

“Kami, di bank sentral, berurusan dengan profesional lengkap baik dengan bank lokal atau internasional,” Ahmed al-Kholifey mengatakan kepada televisi Al Arabiya milik Saudi.

 

Negara pengekspor minyak terbesar dunia telah mengalami tekanan yang meningkat atas pembunuhan Khashoggi, seorang kritikus putra mahkota, dalam krisis yang telah merenggangkan hubungannya dengan Barat.

Presiden Donald Trump, dalam pernyataannya mengatakan bahwa Pangeran Mohammed harus bertanggung jawab karena sebagai penguasa de facto Saudi untuk operasi yang menyebabkan kematian Khashoggi.

Arab Saudi pertama membantah keterlibatan apa pun dalam penghilangan Khashoggi setelah memasuki konsulat namun seorang pejabat Saudi akhirnya menghubungkan kematian itu dengan chokehold. Turki telah menepis upaya Saudi untuk menyalahkan operasi nakal dan mendesak kerajaan untuk mencari “atas ke bawah” bagi mereka yang bertanggung jawab. (ham)

Bagikan Ini :