Anggota Komisi I Biem Benjamin di dalam forum yang bertajuk ‘Literasi media memilih siaran yang berkualitas’ yang digelar KPI Pusat bersama Komisi I DPR RI, di Hotel Aston Pontianak, Kalimantan Barat, Jum'at 26 Oktober 2018.

telusur.co.id – Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Biem Benjamin mengatakan dalam demokrasi terbuka peran media sangat penting bagi memberikan pembelajaran dan pemahaman politik kepada masyarakat.

Karena perannya yang begitu penting itu, politisi yang akrab disapa Bang Biem menyoroti netralitas media yang berafiliasi dengan politik kekuasaan sehingga menghilangkan obyektifitas pemberitaan kepada masyarakat.

“Media yang berwawasan politik nasional akan sangat proaktif menyikapi serangan pengaruh asing terhadap kedaulatan negara,” ujar Bang Biem di dalam forum yang bertajuk ‘Literasi media memilih siaran yang berkualitas’ yang digelar KPI Pusat bersama Komisi I DPR RI, melibatkan beberapa KPID, dengan peserta dari kalangan mahasiswa sekitar 100 orang di Hotel Aston Pontianak, Kalimantan Barat, Jum’at 26 Oktober 2018.

Agar media tidak menjadi partisan, maka perlu dibuat aturan mengenai media. Namun sayangnya, sementara itu Revisi Undang Undang Penyiaran masih diam di tempat. “Belum bisa menghasilkan regulasi sebagai payung hukum yang makin kalah dengan percepatan teknologi,” sebutnya.

Sambil menunggu regulasi yang tepat, Bang Biem mengharapkan peran KPI dan KPID untuk memantau tayangan yang sehat, dengan mendorong seluruh media penyiaran untuk melakukan cover both side guna mendapatkan pemberitaan yang seimbang.

“Memilih media penyiaran yang berkualitas sangat ditentukan oleh keberadaan Lembaga Penyiaran yang dalam 10 tahun terakhir mengalami penurunan pendapatan. Media yang tidak sehat berdampak pada penurunan kualitas sehingga peran media dalam hal edukasi semakin berkurang,” tandasnya. (ham)

Bagikan Ini :