Jaksa Agung, M Prasetyo/Net

telusur.co.id – Memasuki akhir tahun, Kejaksaan Agung terus melakukan penguatan kelembagaan di seluruh Indonesia. Jum’at (26/10), Jaksa Agung Republik Indonesia Muhammad Prasetyo melakukan blusukan ke Provinsi Kalimantan Selatan.

Tiba di bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru pukul 17.00 Wita, Prasetyo disambut oleh pejabat daerah seperti Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan.

Di Bumi Lambung Mangkurat ini Jaksa Agung Prasetyo dijadwalkan akan menghadiri beberapa acara resmi seperti pemberian arahan seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di Kalimantan Selatan, hingga kegiatan bakti sosial operasi katarak dan hernia yang mengambil tempat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru dan kantor Kejaksaan Negeri Banjarbaru pada Sabtu (26/10) besok.

Mengawali kunjungan kerjanya, Prasetyo langsung tancap gas dengan menghadiri acara pertemuan dengan seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri se Kalimantan Selatan. Pertemuan digelar di ruang aula Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.

Di acara itu, Prasetyo menekankan kepada seluruh jajarannya agar bertugas sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Saya berharap seluruh jajaran Kejaksaan di Kalimantan Selatan dapat bertugas sesuai program kerja, tugas dan fungsinya, jangan bekerja seenaknya,” ujar Jaksa Agung Prasetyo.

Mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan periode 1998 ini juga meminta jajarannya harus menghilangkan stigma negatif di masyarakat yang dinilai bisa menciderai korps adhyaksa.

“Mari kita hilangkan stigma negatif dimasyarakat, seperti adanya oknum yang minta proyek atau fee proyek karena hal itu sangat menciderai institusi yang kita cintai ini,” pinta Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Agung Prasetyo juga meminta jajaran nya untuk terus menguatkan fungsi Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah atau TP4D.

Maklum dengan dibentuknya TP4D diberbagai daerah salah satu tujuan nya bisa menghilangkan stigma negatif tentang ketakutan dalam mengelola anggaran yang dialami para Kepala Dinas dan Kontraktor sehingga tidak akan terjadi lagi.

“TP4D dibentuk salah satu nya berfungsi sebagai pencegahan adanya penyelewengan, sehingga ini harus terus dikuatkan supaya tidak ada pelanggaran karena hal itu sangat merugikan masyarakat dan saya meminta ke Presiden supaya TP4D jangan dihilangkan karena manfaatnya sangat banyak,” papar Prasetyo.

Mengakhiri arahannya, Prasetyo berharap Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri di Kalimantan Selatan untuk terus amanah dalam mengemban tugas.

“Saat ini semua Kajati dan Kejari diberi tongkat komando, dimana tongkat itu bukan untuk gagah-gagahan namun ada makna dan nilai nya yakni filisofis nya dengan adanya tongkat sedang diberikan amanah kepercayaan dari pimpinan dan harus kita laksanakan serta di jaga dengan baik,” pungkas Prasetyo. (ham)

Bagikan Ini :