Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak

telusur.co.id – Ribuan massa yang tergabung dalam Barisan Nusantara Pembela Tauhid (BNPT) menggelar aksi menyikapi pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat, Senin (22/10/18) lalu.

Sejumlah perwakilan tokoh umat Islam meminta bertemu Menko Polhukam, Wiranto guna membicarakan hal tersebut.

“Hari ini kita bisa bersatu untuk membela kalimat tauhid. Kalimat tauhid itu adalah kalimat di mana kita lahir dan kita akan meninggalkan dunia ini dengan itu,” kata Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak dalam orasinya di depan Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dalam orasinya, Yusuf mengungkapkan kekecewaannya terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh Barisan Anshor Serbaguna (Banser). Menurut dia, dibakarnya bendera itu sama dengan membakar bendera umat Islam.

“Bukan pembakaran terhadap bendera HTI, sebab kalimat tauhid bukan hanya milik HTI tapi juga punya umat Islam,” katanya.

Untuk itu, ia meminta agar pelaku pembakaran bendera dihukum oleh kepolisian sesuai undang-undang yang berlaku.

“Maka ketika ada yang menghina kalimat tauhid maka harus dikecam dengan hukum penodaan dan penistaan terhadap agama,” tegas Yusuf.

Lebih lanjut, dia meminta kepada kepolisian untuk memberi kesempatan kepada dirinya dan sejumlah tokoh ulama lainnya untuk bertemu dengan Menko Polhukam.

“Nantinya pihak tertentu beberapa orang akan menghadap Pak Wiranto. Kami yakin Pak Wiranto adalah seorang kesatria yang bisa menyelesaikan masaah ini. Takbirrrr,” tutupnya yang disambut teriakan takbir massa. (ham)

Bagikan Ini :