Gedung KPK/telusur.co.id

telusur.co.id – Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK pada Jumat kemarin, menjaring 14 orang, baik anggota DPRD Kalimantan Tengah maupun pihak swasta perusahaan sawit, PT. Bina Sawit Abadi Pratama (BSAP), anak usaha Sinar Mas Group.

KPK menyatakan OTT terhadap anggota DPRD Kalteng diduga terkait pembuangan limbah sawit PT BSAP, anak usaha Sinar Mas Group itu.

“Ya benar,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Sabtu (27/10/18).

Pihak KPK menduga terjadi transaksi yang melibatkan anggota DPRD Kalteng dengan pihak swasta.

Tim penindakan KPK, kata dia, turut mengamankan uang ratusan juta rupiah yang diduga terkait pembahasan aturan di sektor perkebunan dan lingkungan hidup.

“Diduga telah terjadi transaksi antara pihak DPRD Kalteng dengan swasta terkait pelaksanaan tugas DPRD dalam bidang perkebunan dan lingkungan hidup,” katanya.

Saat ini para pihak yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Keterkaitan OTT dengan anak usaha Sinar Mas ini juga dikonfirmasi Wulan Suling, Head of Coorporate Communications PT. Sinar Mas Agro Resources.

“PT Bina Sawit Abadi Pratama mengkonfirmasi adanya beberapa karyawan perusahaan yang dimintai KPK memberikan informasi sebagai bagian dari proses penyidikan,” kata Wulan.

“Hingga saat ini perusahaan belum mendapatkan informasi apapun mengenai kasus yang tengah dihadapi dan masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak KPK. Sebagai perusahaan yang taat hukum, kami menghormati dan akan berkerjasama untuk membantu segala proses yang tengah berjalan.”

PT. BSAP menjadi salah satu perusahaan yang dilaporkan mencemarkan Danau Sembuluh, Seruyan, Kalteng. Anggota Komisi B DPRD Kalteng telah melakukan kunjungan ke kantor Pusat PT. BSAP di Jakarta untuk mengetahui permasalahan pencemaran Danau Sembuluh.

Saat melakukan kunjungan itu, para legislator mengetahui anak usaha Sinar Mas Group itu belum memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU). Lahan yang dikembangkan PT. BSAP selama ini luasnya mencapai 17,12 ribu hektare.

Namun, PT. BSAP membantah melakukan pencemaran di Danau Sembuluh yang dilaporkan masyarakat Kabupaten Seruyan kepada DPRD Kalteng. Pihak perusahaan merasa limbah sawit dari pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya, justru dipergunakan untuk pupuk kebun. [ipk]

Sumber:
CNNIndonesia
Antara

Bagikan Ini :