Pembawa bendera HTI (kiri) dan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna/istimewa

telusur.co.id – Polisi menetapkan Uus Sukmana sebagai tersangka, pembawa bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ke acara Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat.

Kabar penetapan tersangka Uus disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana saat dihubungi, Jumat malam (26/10/18).

“Uus jadi tersangka,” kata Kombes Umar.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, Uus tidak ditahan. Uus, dijerat Pasal 174 KUHP karena telah membuat kegaduhan dalam sebuah acara.

Sedangkan dua orang pembakar bendera, masih berstatus sebagai saksi. Polisi menilai dua pembakar bendera berkalimat tauhid yang dianggap milik HTI itu, tidak memiliki niat jahat sehingga tidak memenuhi unsur pidana, karena bertindak atas dasar spontanitas.

Uus awalnya ikut ke acara Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut, Jabar, dengan membawa bendera, yang diakuinya sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia dan mengibarkannya di acara tersebut.

Kemudian, beberapa orang anggota Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama langsung mengamankan Uus, dan menyita serta membakar bendera yang dikibarkan Uus.

Sementara masyarakat menganggap bendera itu bertuliskan kalimat tauhid, bukan bendera HTI, yang akhirnya memicu kemarahan masyarakat sehingga terjadi Aksi Bela Tauhid di sejumlah daerah di Tanah Air.

Sementara itu, menurut Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam jumpa pers mengatakan, MUI berpandangan bendera yang dibakar bukan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebab, tidak ada tulisan organisasi dalam bendera tersebut yang video pembakarannya viral di media sosial.

“Dalam perspektif MUI karena tidak ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia maka kita mengatakan kalimat tauhid,” kata dia.

Zainut menyampaikan hal tersebut sebagai tanggapan atas pengakuan pembakar bendera, yang mengaku membakar bendera HTI saat peringatan Hari Santri di Limbangan, Garut, Senin.

“Kita melihat yang dibakar itu adalah kalimat tauhid, tidak ada simbol Hizbut Tahrir,” kata Zainut. [ipk]

Bagikan Ini :