Gedung Merah Putih KPK/telusur.co.id

telusur.co.id – Dalam dua pekan terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dua petinggi korporasi besar. Setelah sebelumnya menangkap Dir Ops Lippo Billy Sindoro, yang terbaru KPK menangkap Wakil Dirut Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk.

Kedua kasus tersebut terkait penyuapan ke aparatur penyelenggara negara, yakni kepala daerah dan DPRD.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Andre Rosiade mengatakan, kedua kasus ini menunjukkan ada fenomena perselingkuhan antara korporasi besar dan para pejabat negara.

“Kasus ini merupakan fenomena gunung es, KPK perlu membongkarnya. Perselingkuhan korporarasi besar dan para pejabat selain mempersubur korupsi, juga berdampak besar pada rusaknya ekosistem pemerintahan yang baik,” kata Andre dalam keterangannya, Minggu (28/10/18).

Anggota Badan Komunikasi (Bakom) Partai Gerindra ini menyatakan, publik perlu mendukung KPK untuk fokus menangani kasus-kasus kejahatan korporasi besar.

Selain itu Andre mengingatkan, korporasi besar di Indonesia memang selalu memanfaatkan momen Pemilu dan Pilpres untuk ‘melancarkan’ bisnisnya di masa depan jika jagoannya terpilih.

“Pemilu ini celah yang rawan untuk dimanfaatkan korporasi besar, karena adanya kebutuhan dana besar untuk Pileg maupun Pilpres,” pungkasnya.[far]

Bagikan Ini :