Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantoro (berdiri) dalam acara seminar Penegakkan Hukum dan Dugaan Korupsi di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta (19/10/18)/ Istimewa

telusur.co.id – Penangkapan Bupati Bekasi, Jawa Barat, Neneng Hassanah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait Proyek infrastruktur khususnya Meikarta sebagai salah satu bukti bahwa pengelolaan Proyek Infrastruktur banyak terjadi penyimpangan.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono dalam acara seminar penegakan hukumdan dugaan korupsi di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/10/18).

Menurut dia, langkah Pemerintah mengedepankan program Infrastruktur boleh saja, namun harus sesuai dengan aturan yang berlaku.”Kasus Meikarta yang merupakan proyek yang ugal-ugalan karena menabrak aturan,” ucap dia .

Apalagi, dengan pernyataan Menteri Luhut Binsar Panjaitan (LBP) bahwa proyek infrastruktur Meikarta sudah sesuai aturan maka bukan tidak mungkin Proyek infrastuktur lain bermasalah.

“Saya enggak bisa bayangkan kalau proyek reklamasi berhasil, kereta cepat jadi, dan Meikarta jadi bagaimana, karena itu proyek-proyek yang ekslusif yang hanya bisa dinikmati oleh segolongan orang saja,” ungkapnya.[far]

Bagikan Ini :