telusur.co.id – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kaumani (APIK), KH. M. Sholahuddin Humaidulloh menyambut hangat kehadiran Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto di kediamannya di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Prabowo yang tiba bersama rombongan langsung disambut dan dipeluk oleh Kyai Sholahuddin.

“Assalamualaikum Pak Prabowo selamat datang,” sambut Kyai Sholahuddin sambil memeluk Prabowo di kediamannya, di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Senin (29/10 /18).

Capres Nomor urut 2, Sambangi pondok Pesantren pimpinan KH.M Solahuddin Humaidullon

Saat berbincang di ruang tamu keduanya tampak akrab. Banyak hal yang diperbincangkan oleh keduanya mulai dari mengajak semua santri untuk tenang saat difitnah dan dihina, hingga membahas mengenai masalah kesehatan.

Awalnya Kyai Sholahuddin membuka obrolan mengenai masalah keumatan yang saat ini terjadi, seperti pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat yang dianggap sebagai bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang organisasinya telah dibubarkan oleh pemerintah.

Menurutnya, cara-cara tersebut dapat menimbulkan perpecahan umat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara-cara yang baik. Karena itu, Prabowo meminta kepada Kyai dan para santri untuk tenang dan tidak terpancing provokasi di tahun tahun politik saat ini.

“Karena itu Kyai, saya menyayangkan hal tersebut terjadi, seharusnya kita lebih menjaga ketenangan dan tidak mudah terpancing provokasi. Hal tersebut bisa memecah belah kita sebagai umat dan bangsa,” ungkap Prabowo.

Selain itu, Prabowo bersama Kyai Sholahuddin dan bersama rombongan juga berbincang terkait masalah kesehatan. Awalnya pembahasan itu dimulai saat Prabowo membaca larangan merokok di ruang tamu kediaman Kyai Sholahuddin.

“Wah disitu ada tulisan dilarang merokok Pak Kyai, saya juga tidak suka merokok pak Kiyai,” ungkap Prabowo yang langsung disambut tawa oleh Kyai Sholahuddin.

Kyai Sholahuddin yang merupakan ulama terkemuka di Kabupaten Kendal ini menjelaskan alasan dirinya memasang pemberitahuan dilarang merokok di kediamannya karena pada saat itu ada beberapa wali santri (orang tua santri) yang menunggu kehadirannya sambil menghabiskan berbatang-batang rokok hingga membuat ruang tamu di kediamannya diselimuti asap.

“Jadi waktu itu ada wali santri datang kesini saya nya belum dateng, tapi itu sudah habis berbatang-batang. Jadi saya pasang pemberitahuan itu biar tidak ngebul,” papar Kyai Sholahuddin sambil disambut tawa.

Mendengar penjelasan tersebut Prabowo juga menceritakan bahwa pada saat aktif di TNI dulu, ada beberapa prajuritnya yang suka merokok dan menghabiskan berbungkus-bungkus rokok dalam sehari. Namun sayang, saat mendekati usia 50 tahun, mantan prajuritnya tersebut meninggal dunia akibat sakit paru-paru yang dideritanya. Karena itu ia menghimbau kepada seluruh bawahannya untuk mengurangi konsumsi rokok dan rutin berolahraga agar badan menjadi lebih sehat.

“Jadi waktu itu ada prajurit saya dia itu perokok berat, dan pada saat usia 49 tahun dia sudah meninggal akibat sakit. Kita saja yang tidak merokok ketika usia bertambah pasti daya tahan tubuh juga berkurang, bagaimana yang merokok. Karena itu Kyai saya selalu himbau bawahan saya untuk mengurangi konsumsi rokok dan rutin olahraga agar badan lebih sehat,” paparnya.

Usai berbincang santai, Prabowo bersama rombongan langsung diajak makan siang bersama. Setelah itu, Kyai Sholahuddin mengajak Prabowo bersama rombongan untuk menjalankan ibadah sholat dzuhur bersama saat adzan berkumandang. Jarak dari kediaman menuju masjid sekitar 50 meter, mereka pun harus berjalan kaki menuju masjid.

Ratusan masyarakat sekitar yang mengetahui kehadiran Prabowo di kediaman Kyai Sholahuddin terlihat berkumpul, mereka berebut untuk bisa bersalaman dan berfoto bersama dengan Prabowo saat Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu berjalan menuju masjid bersama dengan Kyai Sholahuddin untuk menjalankan ibadah sholat dzuhur.[far]

Bagikan Ini :