telusur.co.id-Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan memusnahkan barang bukti narkoba, hasil pengungkapan dari awal bulan Oktober 2018 yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan, di halaman Mapolda Kalimantan Selatan, Senin (29/10) sekitar pukul 10.00 wita.

Pemusnahan 5 Kilogram sabu-sabu, kemudian 5.400 butir Extacy atau Ineks, serta Carnophen atau yang akrab disebut pil Zenith sebanyak 222.756 butir dilakukan dengan diblender dan dibakar ini dilakukan serentak oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkompinda) Kalimantan Selatan seperti Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani, Dandrem 101 Antasari Kolonel Arm Syaiful Rachman, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Wijayanto, Danlanud Sjamsuddin Noor Kolonel Penerbang Riadi Widyoko, hingga kepala BNN Provinsi Kalimantan Selatan Brigjen Nixon Manurung.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani mengungkapkan dari pengungkapan yang telah dilakukan pihak nya mengamankan 41 tersangka dengan 28 kasus. Dimana dari tersangka diamankan diantaranya merupakan jaringan Kalimantan Barat dan Timur.

“Kami akan terus mengungkap peredaran Narkoba, karena ini bentuk sinergisitas sesama instansi lainnya seperti TNI, Bea Cukai, Pelindo bahkan Angkasa Pura,” ujar Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Yazid Fanani.

Dengan banyak nya barang bukti yang diamankan dan kemudian dimusnahkan, tambah Yazid Fanani membuat pihak nya akan terus memberantas narkoba di Bumi Lambung Mangkurat.

“Kita berharap leredaran narkoba tidak ada lagi, media saya harapkan bersama-sama melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan. Juga mudah-mudahan semua pelaku penyalahgunaan dan pengedar termasuk sindikat nya dapat memperoleh hukuman setimpal,” tambah Yazid Fanani.

Adanya keinginan supaya ada hukuman yang tinggi kepada para penyalahgunaan dan pengedar narkoba juga di dukung kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Ade Addy Adhyaksa.

“Tentunya kami dari unsur Kejaksaan sangat mendukung upaya yang dilakukan Polda Kalimantan Selatan, tentu nya kami akan menindaklanjuti semua berkas yang usai disidik untuk limpahkan ke pengadilan dan disidangkan secara fair dan Jaksa akan berupayakan yang seberat-berat nya,” papar Adhyaksa.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor berharap bahwa peredaran narkoba di Kalimantan Selatan dapat terus terungkap karena adanya peredaran narkoba beredar di masyarakat maka akan banyak berdampak.

“Mudah-mudahan pihak berwajib terus bergerak untuk mengungkap mata rantai penyalahgunaan narkoba dan kita dukung supaya tidak merugikan masyarakat,” pinta paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor).

Laporan Achmad Juhriansyah

Bagikan Ini :