MPR RI, gelar sosialisasi empat pilar

telusur.co.id – Anggota MPR RI, Edhy Baskoro Yudhoyono mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersamaan, persatuan dalam bingkai Empat Pilar MPR. Pernyataan itu disampaikan pada saat menghadiri pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Anom Suroto di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur Senin, (29/10/18).

“Agar kita tidak terpecah belah, tetap menjadi bangsa yang damai, bersatu, dan bergerak maju demi kesejahteraan dan kemakmuran bersama,” katanya.

Menurut dia, sosialisasi menggunakan wayang kulit sangat bagus. Sebab masyarakat akan cepat memahami. Dirinya juga mengajak penonton untuk mendengarkan dan mencerna cerita, filosofi, serta motivasi yang disampaikan lewat lakon Bimo Labuh. “Melalui metoda ini, saya mengajak mengimplementasikan Empat Pilar dalam keseharian”, ucapnya.

dalam cerita wayang kulit mengisahkan Raja Astina, Bimo, yang juga dikenal sebagai Brotoseno, sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana.  Dia rela berkoban demi kepentingan rakyat dan kebenaran.

Seandainya harus kehilangan tahta dia tidak akan mengeluh, bahkan selalu berupaya dan memastikan rakyatnya hidup sejahtera. Caranya, dengan memberi bantuan, memberikan program pembangunan, memberikan penyuluhan, dan tentunya mengajak rakyat lebih optimistis dalam menghadapi kehidupan.

Sosialisasi di Monumen Bantarangin dikatakan cucu Sarwo Edy Wibowo itu sangat istimewa, sebab ditempat ini pernah ada Kerajaan Bantarangin dengan Raja Klono Sewandono. Kerajaan ini merupakan cikal bakal Ponorogo dan kesenian reog. “Tak heran bila monumen ini dikenal sebagai kota lama Ponorogo”, ungkapnya.[far]

Bagikan Ini :