Ketua lembaga Generasi, Ena Nurjanah mengenakan baju berlogo Generasi Bersama Sekjen Generasi Rini/foto: net

telusur.co.id – Belakang ini semakin marak berita penculikan anak di berbagai wilayah di tanah air. Dalam seminggu terakhir ini saja lebih dari tiga kasus yang terjadi yaitu upaya penculikan terhadap 2 siswa SDN Ulujami, Jakarta Selatan, upaya penculikan terhadap anak berusia 8 tahun di kampung Ciharagem, Kabupaten Bandung, dan seorang anak usia 8 tahun yang sedang berjalan dengan ibunya dibawa kabur oleh pengendara motor di wilayah Cikupa, Tangerang, Banten.

Menyikapi hal itu, Ketua Gerakan Perlindungan Asa Negeri (Generasi), Ena Nurjanah merasa prihatin atas kejadian tersebut. Sebab, peristiwa penculikan menjadikan anak dalam situasi membahayakan.

“Terus berulangnya peristiwa penculikan membuat anak-anak menjadi ketakutan, tidak merasa aman dengan lingkungannya sendiri dan pada akhirnya anak harus menerima konsekuensi terbatasnya ruang gerak dan aktivitasnya demi alasan keamanan,” ucap dia dalam keterangan yang diterima telusur.co.id, Selasa (30/10/18).

Dengan semakin maraknya kasus penculikan anak, menurut mantan Ketua P2TP2 Depok Jawa Barat, pihak kepolisian harus segera melakukan langkah cepat dengan berbagai upaya pencegahan agar dapat memberi rasa aman kepada anak-anak.

Selain itu, dirinya juga berharap Pencegahan bisa dilakukan oleh para orangtua dan guru adalah dengan selalu mengingatkan anak-anak agar berhati-hati, jangan mudah percaya dan menuruti ajakan orang tak dikenal, serta mengajarkan anak-anak untuk berani berkata tidak terhadap ajakan orang asing.

“Peristiwa penculikan yang sering terjadi di lingkungan sekitar sekolah. Para pelaku penculikan menyadari benar adanya ruang kosong pengawasan antara guru dengan pihak orangtua yakni pada saat tiba di sekolah, saat pulang sekolah dan waktu istirahat sekolah. Maka sebaiknya para orangtua dan guru membangun komunikasi yang baik agar bisa mengantisipasi terjadinya penculikan pada waktu-waktu yang rawan tersebut,” imbuh dia.

Disisi lain dirinya juga mendorong Pemerintah dan aparat penegak hukum harus lebih gencar menyuarakan perang terhadap penculikan anak. “Dalam Pasal 86 UU Perlindungan Anak No.35 tahun 2004 sudah dijelaskan bahwa pelaku penculikan anak akan dipidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama lima belas tahun,” tukas dia.[far]

Bagikan Ini :