Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Anggota Komisi V DPR RI, Anthon Sihombing geram dengan Dirjen Perhubungan Udara, saat membahas jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 di perairan Karawang.

Menurut Anton, sebagai pemegang regulasi, seharusnya pihak Kemenhub tidak boleh tunduk dengan pihak maskapai. Apalagi, Lion Air satu-satunya maskapai yang selalu memiliki masalah seperti kerusakan mesin hingga delay yang sangat lama.

“Saya pernah naik, kadang-kadang itu pintu gatenya pindah ke pintu yang lainnya. Belum lagi kerusakan mesin dan delay. Gak beres,” ucap Anton dalam rapat dengar pendapat antara Komisi V DPR dengan jajaran Dirjen Kementrian perhubungan, Jakarta, Selasa (30/10/18).

Oleh karena itu, dirinya meminta pihak kementerian perhubungan menindak tegas jika maskapai Lion Air grup tak mentaati regulasi yang sudah dibuat dan di sepakati DPR.

“Siapa yang ada dibelakang Lion, mau besar mau gede tidak boleh penguasa tunduk oleh pengusaha. Itu kan dari Bali ke Jakarta ada someting wrong. Untuk apa itu Rp 130 Miliar. Sedih kita liatnya,” ungkap Anton lebih lanjut.

Diketahui, Penerbangan Lion Air dengan nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang.

Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628 dengan mengangkut 189 orang termasuk pilot dan pramugari.[far]

Bagikan Ini :