Pakar Politik Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno. Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober tak semeriah beberapa tahun kebelakang.

Begitu disampaikan pengamat politik Adi Prayitno kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/10/18).

Menurut dia, generasi milenial saat ini terkesan cuek. Hal itu lantaran kurangnya pengetahuan sejarah pada jaman kemerdekaan.

“Jarang ada yang punya buku. Mungkin referensi yang dia kutip adalah slide dari dosen yang dia capture,” ucapnya

Sebagai dosen ilmu politik di Universitas Islam di Jakarta (UIN), dirinya melihat pendidikan sejarah di sekolah-sekolah terkesan kurang mendapat perhatian.

Bahkan dirinya juga melihat dari dampak globalisasi itu budaya moral kepedulian lingkungan sekitar sudah mulai luntur dan digantikan oleh matrealistis atau projek.

“Sekarang itu mobilisasiasinya bukan moral atau kepedulian tapi bagaimana logistik itu digelontorkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Politikus Golkar Firman Soebagyo mengatakan perkembanganan tekhnologi yang sangat pesat saat ini dipastikan berefek pada perubahan prilaku anak muda.

Hal itu kata dia, lantaran pemuda pemudi di daerah tidak hapal dengan lagu kebangsaannya (Indonesia Raya) dan juga pancasila.

“Banyak anak-anak muda saat ini tidak memahami arti kebangsaan kita. Seperti tidak hapal pancasila dan lagu indonesia Raya,” ungkapnya.[far]

Bagikan Ini :