Ratusan Santri doakan Capres nomor urut 2, Prabowo/foto: istimewa

telusur.co.id – Setelah menghadiri kegiatan di Kabupaten Boyolali, Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungannya di wilayah Jawa Tengah. Kali ini ia mengunjungi Kabupaten Klaten untuk bersilahturahmi dengan pimpinan, pengurus dan juga santri di Pondok Pesantren Darul Quran Salafiyah.

Saat tiba diareal kompleks Ponpes Darul Quran Salafiyah, Prabowo beserta rombongan langsung disambut oleh ratusan santri yang berdiri sepanjang jalan menuju Ponpes. Para santri yang mengibarkan bendera merah putih berukuran kecil itu juga berebut untuk bisa bersalaman dengan Prabowo. Tak hanya santri, ratusan masyarakat setempat di Desa Demakijo, Karangnongko, Klaten juga antusias menyambut kehadiran Prabowo.

Saat tiba di pendopo Ponpes, Prabowo juga disambut dengan hangat oleh KH Muhammad Suntadji selaku Pimpinan Ponpes Darul Quran Salafiyah dan KH Syahri selaku Ketua yayasan Darul Quran Salafiyah Klaten. Mereka berbincang sebentar sebelum akhirnya masuk kedalam kediaman KH Muhammad Suntadji yang berada di areal kompleks Ponpes untuk makan bersama.

Ratusan santri berebut salaman dengan Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto

Dalam sambutannya, KH Syahri selaku Ketua yayasan Darul Quran Salafiyah Klaten mengaku senang lantaran calon presiden nomer urut 02 itu mau berkunjung dan bersilahturahmi dengan para pengurus pondok dan santri. Ia juga menjelaskan kepada para santri dan masyarakat yang hadir, bahwa kedatangan Prabowo ini hanyalah untuk bersilahturahmi.

“Selamat datang Calon Presiden nomer urut 2 Bapak Prabowo Subianto, Selaku kebanggaan dan kehormatan bagi kami pada hari ini pak prabowo beserta rombongan hadir ke Ponpes Darul Quran Salafiyah ini, kunjungan Pak Prabowo beserta rombongan ke pondok pesantren Darul Quran Salafiyah ini dalam rangka silaturahmi dan memohon doa restu kepada semua Pondok pesantren untuk beliau maju sebagai capres pemilu 2019,” kata KH Syahri di komplek Pondok Pesantren Darul Quran Salafiyah, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/10/18).

Ia juga mendoakan agar Prabowo Subianto diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam perjuangannya pada Pemilu 2019 mendatang. Dan jika terpilih menjadi Presiden, maka ia berharap Prabowo menjadi presiden yang amanah yang bisa memberikan rasa keadilan serta mewujudkan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

“Untuk itu kami selaku pengurus Pondok pesantren Darul Quran Salafiyah bersama para santri memberikan doa kepada bapak Prabowo Subianto semoga beliau diberikan kebaikan, diberikan kekuatan, kesehatan,dan dimudahkan segala urusannya. Jika beliau jadi presiden semoga menjadi pemimpin yang amanah. Aamiin,” doa KH Syahri.

Dalam kesempatan itu Prabowo juga menegaskan bahwa kunjungannya ke tiap tiap Pondok pesantren ini tidaklah dalam rangka kampanye. Ia hanya melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat serta memohon doa dan restu kepada para Kyai serta tokoh-tokoh agama atas apa yang ia jalankan diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

“Sebagai bangsa Indonesia sebagai adat budaya kebiasaan kita, itu kalau dateng harus tatap muka dan pulang harus kelihatan punggung kita. Kita harus sowan harus kulunuwun, kita dateng ke kabupaten-kabupaten ke daerah-daerah di tanah Jawa begitu datang saya punya niat, punya itikad untuk sowan untuk dateng dan menengok dan meminta restu dan doa dari tokoh-tokoh yang dihormati oleh rakyat yaitu para ulama besar para guru guru para pemimpin masyarakat,” ungkap Prabowo.

Sebagai anak bangsa yang mencintai tanah airnya, ia mengaku berkewajiban untuk menemui rakyat didaerah-daerah dalam rangka melihat dan mendengarkan keadaan rakyat secara langsung. Bahkan, Baru beberapa menit saja dirinya di Kabupaten Klaten ini, ia telah menemukan keluhan dari para petani beras. Menurutnya, keluhan keluhan itu adalah masukan yang sangat penting baginya dalam memberikan solusi untuk membangun dan mengelola negara dengan baik.

“Sebab, kalau kita tidak memahami kesulitan rakyat kita yang paling bawah untuk apa kita mau berkiprah dibidang politik dan kenegaraan. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan, saya tidak akan bicara visi dan misi karena itu sudah menyalahi aturan. Tetapi saya akan meninggalkan buku saya berjudul Paradoks Indonesia untuk bisa di baca dan dipahami, kalau ada yang perlu disanggah silahkan disanggah dan jika perlu dikoreksi maka saya akan koreksi,” paparnya.

“Saya ingin memberikan oleh-oleh bekal ilmu untuk dipelajari sebagai anak bangsa, ulama dan pesantren bagian dari masyarakat Indonesia, ulama dan pemuka agama harus mengerti keadaan bangsa dan negara, karena ulama salah satu yang terdekat dengan rakyatnya. Pesantren itu adanya di desa desa, pesantren deket dengan rakyat karena itu saya percaya para Kiyai para ulama berkepentingan dengan kebaikan dan kesejahteraan rakyat nya,” tutup Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.[far]

Bagikan Ini :