telusur.co.id- Ketua Komisi V DPR Ferry Djemi Francis menilai, selain sanksi yang diberikan kepada Lion Air, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga diminta mengevaluasi kebijakan tiket murah bagi pesawat.

Ferry menduga, kerapnya kecelakaan lalu lintas udara, ada hubungannya dengan harga tiket.

“Saya kira itu juga yang perlu kita evaluasi mengenai tiket berbiaya murah. Apakah komponen maintenance dan biaya oprasionalnya bisa menutupi itu?” kata Ferry kepada wartawan, Rabu (31/10/18).

Senada dengan Ferry, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga meminta hal yang sama. Kemenhub hendaknya mengkaji ulang harga tiket pesawat.

Dengan murahnya harga tiket, kata Fahri, kemungkinan sesama maskapai akan saling “bunuh”. Hal ini sama seperti “perang” sesama operator seluler.

“Ya itu harga tiket murah juga harus dikaji. Kita jangan saling bunuh-bunuhan. Kita lihat Garuda sudah monopoli tapi kok rugi. Aneh itu. Padahal saya kagum dengan Garuda yang safetynya bagus. Sehingga saya teringat dengan perang tarif telepon seluler dahulu yang saling ‘bunuh’. Bubar itu. Bukan hanya opratornya yang berantakan tapi juga industri teleponnya juga bubar,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga meminta Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki mengenai perang dagang di maskapai penerbangan.

“Kita jangan sampai bunuh diri karena ini menyangkut harga diri bangsa. Jangan sampai para pengunjung dari luar tidak merasa nyaman,” tandansya.[far]

Bagikan Ini :