Net

telusur.co.id- Ketua Komisi V DPR RI Ferry Djemi Francis meminta Lion Air di audit oleh Kementerian Perhubungan. Karena jatuhnya pesawat Lion Air Max 8 JT 610  yang diinfokan baru dibeli itu merupakan kesalahan yang sangat fatal, hingga menewaskan 189 orang penumpang.

“Audit ya harus itu diaudit. Apakah pesawat itu laik terbang atau nggak. Ini dana (untuk pesawat laik terbang di kemenhub dirjen udara) 130,6 Miliar pertahun kalau perbulan kan 11 miliar. Itu dipakai untuk apa. Kok pesawat baru dua bulan bisa jatuh,” kata Fary kepada wartawan, Rabu (31/10/18).

Akibat kecelakaan tersebut, menurut Ferry, sudah selayaknya Lion diberi sanksi oleh pemerintah. Ia memastikan, Komisi V akan memanggil semua pihak-pihak terkait guna mendalami kejadian jatuhnya pesawat Lion Air Max 8 JT 610.

“(Sanksi) Pasti ada sanksinya Sesuai dengan UU Penerbangan. Bagaimana pengawasan dari dirjen penerbangan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Penerbangan Lion Air  nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB.[far]

 

Bagikan Ini :