Buku Merah dan Buku Hitam/Net

telusur.co.id – IndonesiaLeaks, sebuah platform digital mandiri bagi informan publik untuk menghadirkan pemberitaan yang berkualitas dan menyuarakan kepentingan publik itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada tanggal 23 Oktober 2018.

Mereka dipolisikan atas tuduhan pengaduan palsu kepada penguasa. oleh Kantor Advokasi dan Investigasi Hukum Elvan Games dan Rekan.

Adapun laporan itu bernomor LP/5758/X/2018/PMJ/Ditreskrimum di mana pihak yang dilaporkan adalah Abdul Manan yang diketahui merupakan inisiator IndonesiaLeaks.

Terkait itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ, Komisaris Besar Argo Yuwono membenarkannya. Namun, pihaknya belum merinci soal laporan tersebut.

“Iya betul,” kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (31/10/18).

Disampaikan Argo, pihaknya akan menyelidiki laporan guna mencari tahu apakah memenuhi unsur pidana atau tidak.

Terlapor, dalam hal ini Abdul, disangkakan dengan Pasal 317 KUHP tentang Pengaduan Palsu Pada Penguasa.

Sebagaimana diketahui, nama IndonesiaLeaks mencuat setelah merilis hasil investigasi mengenai kasus korupsi yang diduga melibatkan para petinggi penegak hukum di negeri ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sebab, dalam dokumen investigasi yang dirilis IndonesiaLeaks, Tito diduga paling banyak mendapat duit dari Basuki Hariman, terkait suap impor daging.

Sebelumnya diberitakan, Buku Bank bersampul merah atau yang populer dengan sebutan buku merah, yang sempat ramai diberitakan, kini disita oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Buku itu, berkaitan dengan kasus korupsi impor daging yang menjerat Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman.

Selain buku merah, penyidik Polda juga menyita sebuah Buku Bank berwarna hitam bertuliskan Kas Dollar PT. Aman Abadi Tahun 2010.

“Benar tadi malam dilakukan penyitaan terhadap satu buah buku bank berwarna merah bertuliskan IR. Serang Noor, beserta satu bundel rekening koran PT. Cahaya Sakti Utama periode 4 November 2015 sampai 16 Januari 2017,” kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa, (30/10/18).

Terkait IndonesiaLeaks, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan menilai hasil laporan investigasi Indonesialeaks tentang dugaan keterlibatan petinggi Polri dan dugaan perusakan barang bukti dalam kasus suap impor daging dengan tersangka Basuki Hariman telah memenuhi kaidah jurnalistik.

AJI yang merupakan salah satu inisiator IndonesiaLeaks mempersilakan mereka yang keberatan dengan hasil liputan untuk menguji kebenarannya.

“Kalau mau berdiskusi soal hoaks, buktikan buku merah itu tidak ada. Kalau terbukti bohong kami siap mengakui kebohongan seperti Ratna Sarumpaet,” kata Abdul dalam konferensi pers di markas AJI, Jakarta Selatan, Minggu (14/10/18). [ipk]

Bagikan Ini :