telusur.co.id – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Jawa Barat, Tuti Tursilawati dihukum mati karena dituduh membunuh majikannya di Thaif, Arab Saudi.

Eksekusi Tuty yang dilakukan Arab, Senin 30 Oktober kemarin tanpa ada pemberitahuan apapun kepada pemerintah Indonesia. Eksekusi mati ini bukan kali pertama terhadap TKI di Arab Saudi pada era Joko Widodo pada tahun 2018 ini.

Melihat sikap Arab Saudi terhadap Indonesia dengan kejadian yang dialami Tuti, menyadarkan bahwa lapangan pekerjaan harus tersedia di negeri sendiri secara luas dengan jaminan keamanan jauh lebih baik.

“Prihatin dan ikut berbela sungkawa atas kematian Tuti. Kasus yang berulang ini mengingatkan kita betapa pentingnya memperbesar lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi rakyat,” kata anggota Komisi IX DPR RI, Suir Syam melalui keterangannya, Rabu (31/10/18).

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, bila ekonomi baik, lapangan kerja tersedia, mereka tidak perlu kerja jauh dari rumah dan mempertaruhkan kehormatan dan nyawanya.

“Negara harus bertanggung jawab atas kasus-kasus semacam ini,” tegasnya.

Dia pun memastikan jika komitmen pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno untuk meningkatkan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia. Hal ini ditujukan, agar tidak ada Tuti yang lain.

“Komitmen Prabowo-Sandi meningkatkan lapangan kerja dan harga-harga yang terjangkau untuk rakyat, sehingga kasus serupa tidak lagi terulang,” tandasnya.

Tuti diketahui memukulkan sebatang kayu ke majikannya, seorang pria tua bernama Suud Malhaq Al Utibi, di rumahnya, yakni di kota Thaif yang berjarak 87 kilometer sebelah timur Kota Mekah, pada 11 Mei 2010.[far]

Bagikan Ini :