Ketua LBH GP Ansor DKI Jakarta Indra Gunawan (kiri). FOTO: Istimewa

telusur.co.id– Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta akan mendatangi pihak kepolisian untuk melaporkan penyebaran berita palsu (hoak) yang menyatakan Wakasatkorcab Banser Jakarta Pusat, Jatmiko, yang meninggal beberapa waktu lalu, adalah non-muslim.

Selaku pihak pelapor, LBH GP Ansor DKI akan melayangkan pembuatan dan penyebaran hoak ini, sebagai dugaan pelanggaran tindak pidana UU ITE.

“Kami segera melaporkan kepada polisi baik yang membuat dan semua yang menyebarkannya dalam dugaan pelanggaran tindak pidana UU ITE,” kata Ketua LBH GP Ansor DKI Jakarta Indra Gunawan, Jakarta, Rabu (31/10/18).

Diketahui, beredar berita bohong di media sosial perihal jenazah almarhum Jatmiko yang wafat saat melaksanakan tugas di PP GP Ansor dengan menyebutkan “Banser NU meninggal, ini agamanya apa, pantesan benci kalimat tauhid.”

Hoak ini dilengkapi dengan gambar jenazah di dalam peti mati yang digambarkan sebagai jenazah non-Muslim, yang sedang dilayat oleh seorang anggota Banser NU.

Indra menjelaskan, jenazah yang ada dalam peti mati memakai jas tersebut bukan almarhum Jatmiko, Wakasatkorcab Banser NU Jakpus yang wafat saaat bertugas di Kantor PP GP Ansor.

“Jenazah dalam peti dan berjas tersebut bernama Bernard G Sirait yang wafat pada hari Ahad pada 10 Juni 2018 di RS Siloam Semanggi, yang sedang dilayat oleh seorang sahabatnya yang juga anggota Banser,” terang Indra.

Indra pun menegaskan, bahwa almarhum Jatmiko beragama Islam. Upacara pengurusan jenazahnya mulai dari pemandian, pengafanan, hingga pemakaman dilakukan sesuai dengan ajaran Islam.

“Dengan maraknya hoaks keji tersebut, kami mendorong Polri untuk segera bersikap tegas menangkap pelaku pembuat dan yang turut menyebarkan hoaks keji tersebut (nama akun terlampir), karena hal tersebut termasuk dalam kategori yang dapat memperkeruh suasana yang akan membangun stigma bahwa anggota Banser NU ada yang beranggota non-Muslim,” ujar Indra.

Sementara itu, Koordinator Paralegal LBH PP GP Ansor Yudhi Permana mengatakan, bahwa mereka yang membenci NU dan GP Ansor-Banser menghalalkan segala cara untuk melampiaskan kebenciannya.

“Mereka tidak segan-segan membuat hoaks yang menyerang NU dan Banser yang seakan halal dan bernilai ibadah,” kata Yudhi.[far]

Bagikan Ini :