foto/net

telusur.co.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo meminta Boeing tidak hanya memberikan bantuan teknis dan investigasi terkait kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air, tapi juga menjamin pesawat produksinya aman dan layak digunakan untuk jangka waktu panjang di Indonesia.

Menurut Sigit, dengan masa operasional baru 2 bulan, kondisi pesawat Boeing 737 Max 8 seharusnya masih dalam jaminan produsen pesawat dan dipastikan belum ada kerusakan pada panel navigasi seperti yang tercatat dalam dokumen log book Lion Air PK-LQP saat menempuh perjalanan dari Denpasar menuju Jakarta.

Kecelakaan Lion Air JT 610 memunculkan dugaan kuat bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 mengalami masalah teknis yang dialami usai pesawat itu menyelesaikan penerbangan kedua dari terakhirnya pada Minggu 28 Oktober 2018 tujuan Denpasar-Jakarta.

Log teknis yang beredar di media untuk penerbangan kedua dari terakhir pesawat itu menunjukkan bahwa pembacaan kecepatan udara pada instrumen kapten tidak dapat diandalkan, dan pembacaan altitudo pada instrumen pilot dan kopilot mengalami perbedaan.

“Berdasarkan data yang ada di log book tersebut, kerusakan di pesawat dianggap cukup serius. Dan menjadi pertanyaan kita, kok bisa pesawat baru 2 bulan beroperasi dan baru 800 jam terbang panelnya sudah rusak? Apakah ada cacat produksi sehingga pesawat ini mengalami malfungsi, mengingat tahun lalu Boeing juga sempat menarik mesin pesawat jenis ini karena ada masalah,” kata Sigit.

Sebagai  produsen Boeing diharapkan bertanggungjawab terhadap jaminan produk nya, mengingat pesawat yang dibeli Lion ini bukan satu-dua pesawat tetapi ratusan pesawat. Sigit juga mendesak pemerintah selaku regulator untuk “mengevaluasi” semua ijin sertifikat registrasi dan sertifikat kelaikudaraan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang beroperasi di Indonesia.

“Kalau tidak ada jaminan keamanan dan kelayakan dari Boeing bahwa produknya tidak cacat produksi, lebih baik pesawat yang sudah ada di grounded dulu sampai terbitnya jaminan keamanan dan kelayakan dari produsen pesawat yaitu Boeing,” kata Sigit. (ham)

Bagikan Ini :