Jembatan Suramadu malam hari. FOTO: Istimewa

telusur.co.id– Presiden Joko Widodo diminta untuk menggratiskan tarif tol lain, sama halnya dengan jembatan Suramadu. Tujuannya agar tidak ada kecemburuan sosial.

Begitu disampaikan oleh Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah kepada wartawan, Rabu (31/10/18).

“Bagaimana dengan jembatan lain yang masih bayar, bisa kecemburuan dan lain-lain,” kata Trubus.

Menurut Trubus, kebijakan mengratiskan tarif tol jembatan Suramadu, hendaknya berefek pada tol lain. Ditegaskan Trubus, jika Suramadu digratiskan, maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menaikkan tarif tol yang sudah beroperasi puluhan tahun.

“Lalu ada tol yang sudah 25 dan 30 tahun kok masih berbayar. Jadi tak ada alasan pemerintah menaikan tarif. Kebijakan Suramadu harus konsisten diterapkan di tempat lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Trubus menilai, kebijakan penggratisan tol Suramadu ini tidak terlepas dari kepentingan Pilpres tahun depan. Sebab, diduga, mantan Wali Kota Solo itu ingin menarik simpati dari warga Madura, usai tidak dipilihnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai cawapres.

“Posisi di Madura sejak kejadian tak dipilihnya Mahfud MD mereka (warga Madura) kecewa. Terutama Sumenep yang bagian timur itu tingkat pendidikannya lemah. Makanya direspon pak jokowi membebaskan tarif tol itu,” imbuhnya.

Meski Jokowi membuat kebijakan menggratiskan tol Suramadu, bagi Trubus, jika relawan akar rumput tidak bergerak, maka tidak ada dampaknya sama sekali.

“Pengaruhnya ada kalau nanti relawan bakal bergerak kebawah. Sebab relawan disana saat ini relatif pasif karena tak ada yang ditawarkan,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :