telusur.co.id- Wakil Ketua DPR Utut Adianto mengatakan, informasi yang beredar terkait penyetopan atau penolakan impor minyak kelapa sawit (palm oil) asal Indonesia oleh Prancis itu tidak benar. Bahkan mereka ingin mempelajari bagaimana perkembangan industri sawit yang ada di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Utut setelah menerima delegasi Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Prancis-Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Group Persahabatan Perancis-Indonesia Raphel Gerard di Kompleks Parelemn, Jakarta, Rabu (31/10/18).

“Mereka juga memberi informasi yang baik perihal kelapa sawit kita. Salah satu poin yang ingin mereka pelajari dari kunjungan ini adalah mengenai minyak sawit. Seperti yang disampaikan tadi, minyak sawit merupakan salah satu isu yang paling sering dibahas di Majelis Prancis,” kata Utut.

Menurut Wakil Ketua yang membidangi BAKN, BURT dan Hubungan Antar Lembaga ini, delegasi Perancis ingin bertemu langsung dengan pengusaha sawit yang ada di Indonesia serta ingin mempelajari cara indonesia mengembangkan sawit. Seperti diketahui, ribuan hektar kebun sawit tersebar di Sumatera dan Kalimantan.

“Nantinya, Delegasi Prancis akan menyampaikan informasi yang akurat tentang produksi sawit di Indonesia. Karena seringkali informasi yang sampai ke Majelis Perancis tidak sesuai dengan fakta. Untuk itu, mereka kami ingin mengetahui yang sebenarnya,” tandas legislator PDI Perjuangan itu.

Ketua Group Persahabatan Prancis-Indonesia Raphel Gerard juga mengakui tidak benar bahwa negaranya menolak minyak sawit asal Indonesia. Justru kedatangannya ke Indonesia untuk serius memperdalam industri kelapa sawit yang saat ini digadang sebagai salah satu sumber energi terbarukan.

Selain itu, Delegasi Prancis menurut Raphel akan melanjutkan kunjungan ke Palu, Sulawesi Tengah, guna memastikan bantuan peralatan dari Prancis bermanfaat bagi masyarakat Palu. Serta akan mengganti dan menghibahkan beberapa peralatan baru sebagai bentuk kepedulian Perancis terhadap bencana yang menimpa Palu dan sekitarnya.[far]

Bagikan Ini :