Muslim Arbi/Idok pribadi

Oleh: Muslim Arbi

 

Setiba dari Paniai, sebuah kota Kabupaten di Irian Jaya dalam perjalanan sebagai “tukang pos”, dengan mobil; perjalanan panjang; melewati Deiyai dan Dogiyai selama kurang lebih 6 jam tiba di Nabire (Pemprov Irian Jaya perlu perhatikan jalan utama Nabire – Paniai yang masih banyak yang rusak parah). Di antara oleh La Ode Redi; perantau di Nabire asal Buton

Di Nabire penulis mencari hotel yang dekat dengan Bandara. Hotel Nusantara dengan tarif kamar Standar Rp 308.000. Bisa mencapai Bandara hanya dengan jalan kaki 10 menit.

Subuh pagi tadi sempat solat Subuh di masjid Baiturahman yang berdekatan beberapa Gereja di sekitar nya.

Dengan Imam Solat Subuh; Seorang Ustadz yang Hafidz, membacakan 2 ayat Al quran yang cukup panjang dengan suara yang merdu.

Di samping penulis yang berada di shof depan belakang Imam adalah Ustadz Dahlan. Saat Imam membaca Doa Qunut, Ustadz Dahlan terlihat tidak menadahkan tangan untuk ikut Doa Qunut. Di sini terlihat tidak ada sekat mazhab.

Setelah selesai Imam memimpin wirid singkat Ba’da Subuh. Ustadz Dahlan pamit kepada jamaah untuk tampil ke depan untuk memberikan Tausiah Ba’da Subuh sekitar 20 menit.

Isi kuliah Ustadz Dahlan memulai dengan mengingatkan para jamaah bahwa; besok hari Ahad adalah tanggal 28 Oktober.

Tanggal 28 Oktober 1928 adalah Hari Sumpah Pemuda. Hari itu; Pemuda dari Berbagai Suku dan Agama berkumpul untuk menyatakan diri dengan Satu Sumpah, urai Ustadz Dahlan.

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.
Sumpah itu kemudian menjadi cikal bakal dan modal perjuangan untuk Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lanjut Ustadz Dahlan; Setelah 17 Tahun Sumpah Pemuda. Maka Tepat nya tanggal 17 Agustus 1945, atas nama Bangsa Indonesia; Soekarno Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Ustadz Dahlan pun menyetir ayat Al Quran surat Al Hujurat (49:13) ayat tentang penciptaan manusia dari Bapak Adam AS dan Ibu Hawa AS yang di sepakati sebagi asal Usul manusia.

Dan agar sebagai Bangsa tidak meninggalkan generasi muda yang lemah maka dengan mengutip surat An Nisa ayat 9. Yang inti jangan tinggalkan generasi lemah dengan berapa saran; di antara nya:

Kaum Muda harus Kuat Iman, Kuat Ilmu dan Kuat Ekonomi. Agar NKRI yang di teruskan oleh Generasi Muda menjadi Generasi yang kuat secara ke dalam dan kuat untuk hadapi kekuatan Asing yang setiap saat dapat menguasai negeri ini.

Itu di antara pesan penting ustadz Dahlan dalam kuliah singkat Ba’da Subuh.

Kuliah singkat yang memotivasi; mencerahkan dan mendorong agar mempertahankan NKRI sampai hari Kiamat pintanya.

Ustadz Dahlan juga sebutkan bahwa Ayat Al Hujurat itu di bacakan oleh Para Pendeta dan Pastur di Gereja karena paham Kebangsaan. Terlihat Ustadz Dahlan pun memperkuat sekat Kebangsaan dengan menyetir Surat Al Hujurat ayat 13 itu.

Menurut Beliau dengan gema Takbir Allahu Akbar menjadi motivasi kuat untuk melawan penjajah Belanda untuk mencapai Kemerdekaan.

Hari pun menunjukkan pukul 06.00 di Nabire; segera sarapan dan bersiap ke Bandara Douw Atururi untuk kembali ke Jakarta via Tembaga Pura di Timika pkl 07.40[***].

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini