Gubernur DKI Anies Baswedan/Net

telusur.co.id- Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih belumĀ  satu suara terkait nama calon pengganti Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Karenanya, sampai sekarang kursi DKI-2 masih dibiarkan kosong.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mendorong Gerindra-PKS agar segera merampungkan nama pendamping nya memimpin Ibu Kota.

Namun, Anies mengkalim, saat ini kedua partai yang mengusungnya maju pada Pilgub DKI 2017 itu tengah melakukan proses pengodokan nama. Ia meminta agar warga DKI untuk bersabar.

BACA JUGA :  Kedubes AS Pindah ke Yerusalem, Anies Minta Indonesia Jangan Diam

“Saat ini masih proses. Kita tunggu saja, keputusan partai bagaimana,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/10/18).

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejatera (PKS) DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi mengaku, pihaknya tidak ingin melihat kursi DKI-2 ditinggalkan kosong berlarut – larut. Karena, dikhawatirkan pekerjaan Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan akan terbengkelai lantaran bekerja sendirian.

“Jadi kita berfikirnya supaya segera! Sekarang yang ditangkap persoalannya bukan di PKS,” kata Suhamini.

Suhamini mengakui, mandeknya peroses penyerahan nama kandidatĀ  DKI-2 ini di sebab PKS dan Gerindra sebagai partai pengusung belum menemukan kesepakatan.

BACA JUGA :  Tak Ada Nobar Pembukaan Asian Games, Gubernur Anies Ajak Nonton Lewat TV

“Persoalannya di Gerindra (DKI). Bagaimana mewujudkan hasil komunikasi politik itu,” ujar Suhaimi.

Diketahui, PKS ngotot mengajukan dua nama kadernya yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yuliyanto, sementara Gerindra DKI mengajukan M Taufik.[Ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini