Boni Hargen /foto:telusur.co.id

telusur.co.id – Pengamat politik Boni Hargens diteriaki cebong dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (13/10/18).

Cebong atau cebongers banyak digunakan pada Pilpres 2014 lalu untuk menyebut pendukung Joko Widodo.

Awalnya Boni mengatakan di era sekarang, Partai Komunis Indonesia (PKI) hanyalah sebuah ilusi yang sudah tidak ada lagi.

Sebab, negara dan sejarah sudah melarang organisasi itu hidup Indonesia. Namun, menurut Boni, keinginan pihak-pihak tertentu untuk menerapkan sistem khilafah di Indonesia merupakan fakta dan sudah ada.

“PKI itu ilusi, tapi kalau khilafah itu fakta,” kata Boni dalam diskusi bertajuk “Membedah Agenda Politik Komunisme & Khilafah di Pilpres 2019”.

BACA JUGA :  Pelapor Minta Jokowi-Ma'ruf Hadir Di Sidang Bawaslu

Mendengar pemaparan Boni, para peserta di ruangan diskusi yang didominasi ibu-ibu itu, menjadi riuah.

Bahkan, beberapa peserta yang tak terima dengan pernyataan Boni pun meneriakan dia sebagai pendukung Jokowi.

“Dasar cebong,” pekik salah satu peserta.

Namun, Boni tak menggubris teriakan tersebut. Ia tetap menjelaskan tentang bahaya dari faham khilafah daripada PKI. Karena, dampak khilafah ini membikin korban berjatuhan. “Mako Brimob berapa orang korban, bom Surabaya juga,” kata Boni.

Foto: telusur.co.id/tio pirnando

Dalam acara tersebut, hadir mantan Kepala Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen; Eks Gerakan Mahasiswa 1998 Haris Rusli Motti; Advokat dan mantan anggota DPR Djoko Edi Abdurrahman; dan Wartawan Senior Jus Soema Dipradja. [ipk]

BACA JUGA :  Hidayat Sindir Jokowi Yang Enggan Ganti Airlangga

[totalpoll id=”44188″]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini