telusur.co.id – Mahasiswa sebagai generasi mendatang diharapkan dapat mengelola dan menerapkan demokrasi secara keseluruhan dan menjadi karakter cerdas berpolitik. Karenanya mahasiswa harus aktif berpartisipasi dalam politik, yang menjadi indikator signifikan dalam negara demokrasi.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Akhmad Muqowam menjelaskan bahwa hampir semua hal memiliki koneksi dengan Politik.

“Hal yang harus dilakukan adalah bagaimana mengelola politik sebagai jalan kemaslahatan bagi masyarakat. Ini bisa dilakukan sesuai dengan peran tugas dan fungsinya,” tegas Wakil Ketua RI, Akhmad Muqowam saat memberikan materi dalam acara Sinau Politik yang diselenggarakan Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah di IAIN Salatiga, Rabu (31/10).

Lebih lanjut dikatakan salah satu peran yang bisa diambil sebagai bentuk partisipasi politik yaitu memberikan suara pada saat pemilu, karena pemilu merupakan roh penting dalam demokrasi.

Dalam forum tersebut Muqowam juga menggambarkan pola relasi yang produktif dalam pembangunan, antara fungsi-fungsi di DPR, DPD, bersinergi dengan pemerintah melalui kementerian. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghasilkan UU yang memiliki pemihakan yang jelas bagi daerah, memperjuangkan kepentingan dua daerah sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Sisi lain yang mendapat sorotan dari Akhmad Muqowam yaitu turunnya tingkat partisipasi dalam pemilu terjadi karena pemilu tidak sesuai dengan ekspektasi rakyat.

“Jika hal ini terus berlanjut, tentu akan membahayakan bagi keberlangsungan demokrasi kita, karena itulah mahasiswa perlu untuk menjadi pemilih rasional, ikut mengawasi jalannya pemilu dan menjadi moral force bagi kekuasaan baru pasca pemilu,” urai senator dari Jawa Tengah ini.

Untuk mewujudkan demokrasi yang ideal ke depannya, Akhmad Muqowam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam gerakan mahasiswa yang memiliki tujuan dan pengkaderan yang jelas. Dari sanalah mahasiswa bisa belajar mengenal politik dengan membentuk ruang politik.

“Dengan pendidikan politik itu maka akan tumbuh kesadaran berpolitik mahasiswa yang pada akhirnya nanti mahasiswa bisa memimpin dan mengubah masyarakat ke arah yang dicita-citakan,” pesan Muqowam.

Selain mendorong mahasiswa untuk aktif berpolitik, Muqowam juga mensosialisasikan kewenangan dan tugas baru DPD RI terkait pemantauan dan evaluasi atas rancangan peraturan daerah (raperda) dan peraturan daerah (perda). (ham)

Bagikan Ini :