Karyono Wibowo/Net

telusur.co.id – Dukungan artis kepada pasangan Capres-Cawapres merupakan fenomena politik yang wajar. Hal itu, bagian dari strategi endorsement tokoh yang menjadi public figure.

Demikian pendapat Direktur Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo dalam keterangan kepada telusur.co.id, Kamis (1/11/18).

“Tujuannya untuk menjadikan public figure tersebut menjadi vote getter atau pengepul suara bagi pasangan Capres,” kata Karyono.

Namun, kata dia, tentu saja pengaruh elektoral masing-masing artis dalam mendongkrak suara bisa berbeda. Besar kecilnya pengaruh artis dalam mendongkrak suara tergantung beberapa faktor.

Pengaruh elektoral seorang public figure akan ditentukan minimal lima faktor. Pertama, seberapa besar jumlah pemilih di suatu wilayah yang pilihannya bisa dipengaruhi oleh tokoh.

Faktor kedua, kekuatan citra masing-masing artis atau public figure. Seberapa kuat ketokohan artis tersebut di tengah masyarakat. Faktor ketiga, citra artis tersebut apakah lebih besar positifnya atau justru lebih besar negatifnya di mata publik.

“Faktor keempat adalah kompetensi dan rekam jejak masing-masing artis. Dan faktor kelima adalah intensitas dan aktifitas masing-masing artis terjun langsung di tengah masyarakat dalam rangka menggalang dukungan pemilih,” kata dia.

Jika dilihat dari perspektif citra atau image secara umum yang dihasilkan dari respons publik, nyaris semua artis tidak luput dari perbincangan. Dari perbincangan tersebut, kata Karyono, bisa diukur frekuensi perbincangan dan sentimen positif dan negatifnya.

Untuk mendapatkan validitas data tentang hal ini tentu harus ada data survey kuantitatif atau model survey tracking netizen di sejumlah media sosial tentang persepsi publik terhadap sejumlah artis tersebut.

Namun demikian, dari penelusuran di media dan media sosial secara sederhana artis Lucinta Luna yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga, pernah menjadi cemohan publik dan netizen terkait adanya dugaan transgender alias merubah jenis kelamin.

“Lucinta diduga netizen berjenis kelamin laki-laki tapi berpenampilan layaknya perempuan,” kata dia.

(Baca Juga: Pedangdut Lucinta Luna: 2019 Salam Dua Jari, Pilih Prabowo-Sandiaga Uno, Mmmuaah!)

Sementara Ahmad Dhani, yang juga mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga, terlalu sering mengumbar pernyataan kontroversial yang mengundang respons negatif. Kasus perceraiannya dengan Maia Estianty dan kasus tabrakan maut oleh salah satu putranya yang mengemudikan mobil tanpa SIM, ditambah lagi statusnya sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik tentu menambah rekam jejak yang negatif.

“Dari rekam jejak Lucinta dan Ahmad Dhani ini bisa dibuat asumsi bahwa kedua figur tersebut memiliki image negatif di mata publik meskipun tidak bisa dipungkiri kedua artis tersebut memiliki penggemar setia,” kata Karyono.

Namun, secara tidak langsung, image negatif kedua artis tersebut bisa juga berdampak negatif bagi pasangan Prabowo-Sandiaga. Karenanya, jika Prabowo-Sandi ingin menggunakan artis sebagai vote getter maka harus menghimpun artis yang memiliki kompetensi, image dan rekam jejak yang positif di mata publik. [ipk]

Bagikan Ini :