Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Hari ini, Kamis 1 November 2018, adalah hari ke 500 setelah peristiwa pengeroyokan disertai penyiraman air keras ke penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Dimana pada tanggal 11 April tahun lalu, usai menunaikan ibadah shalat subuh di masjid Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Cairan itu mengenai wajah Novel.

Namun sampai hari ini, polisi belum berhasil mengungkap pelaku penyerangan Novel.

Terkait 500 hari teror kepada Novel, Wadah Pegawai KPK menggelar diskusi memperingati 500 hari teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Peringatan digelar untuk mendorong Presiden Joko Widodo menyelesaikan kasus-kasus penyerangan dan memastikan perlindungan terhadap para penggiat keadilan, termasuk Munir Said Thalib dan Novel Baswedan.

Novel bukan satu-satunya pegawai KPK yang mengalami teror. KPK mencatat setidaknya ada 10 kali teror yang diarahkan kepada pegawai KPK dalam menjalankan tugasnya.

Teror dan intimidasi tersebut antara lain, kriminalisasi terhadap pegawai, penyerbuan dan teror terhadap fasilitas KPK, ancaman bom ke rumah penyidik KPK, penyiraman air keras ke rumah dan kendaraan milik penyidik KPK.

Adapun diskusi ini akan mengangkat tema #500HariDibiarkanButa: Urgensi Perlindungan Penggiat Keadilan.

Diskusi bakal digelar hari ini, Kamis (1/11/18), di Gedung Penunjang KPK. Novel dan istri Munir, Suciwati bakal hadir sebagai pembicara.

Acara akan diakhiri dengan pernyataan sikap guna mendorong Presiden Jokowi segera merampungkan kasus tersebut. [ipk]

Bagikan Ini :