Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean/Net

telusur.co.id – Tidak kunjung terungkapnya kasus teror kepada penyidik KPK, Novel Baswedan, menunjukan sikap Presiden Joko Widodo tidak memiliki niat dan tidak punya komitmen untuk mengusut secara tuntas.

Demikian disampaikan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kepada telusur.co.id, Kamis (1/11/18), menanggapi 500 hari teror kepada Novel Baswedan.

Bukan hanya itu, tidak segera dituntaskannya kasus teror kepada Novel menunjukkan bahwa Jokowi hanya beretorika dalam penegakan hukum. Baik hukum pidana umum maupun pidan khusus.

“Dan Jokowi tampak tidak ingin melindungi KPK dan tidak terbukti memperkuat KPK untuk melakukan pemberantasan korupsi,” kata Ferdinand.

Ditegaskan, sudah sepatutnya kasus Novel menjadi perhatian serius bagi presiden, karena ini erat sekali dengan pelemahan moril penyidik pemberatansan korupsi dan mendegradasi semangat keberanian penyidik dalam pemberantasan korupsi.

Sebelumnya diberitakan, dalam rangka memperingati 500 hari teror kepada Novel, wadah pegawai KPK akan menggelar diskusi pada hari ini, di gedung Penunjang KPK, Kuningan, Jaksel.

Adapun tema acaranya, #500HariDibiarkanButa. Novel yang merupakan korban dijadwalkan hadir sebagai pembicara. [ipk]

Bagikan Ini :