Mantan Ketua MK Mahfud MD. FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD angkat bicara terkait desakan pelbagai pihak agar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan agar mundur dari pimpinan DPR.

Menurut Mahfud MD, secara hukum tidak ada kewajiban bagi pimpinan DPR untuk meletakkan jabatan lantaran sudah ditetapkan sebagai tersangaka.

“Secara hukum tak ada kewajiban bagi Pimpinan DPR untuk mundur dari jabatanya jika jadi TSK korupsi,” tulis Mahfud MD lewat akun Twitternya @mohmahfudmd, Kamis (1/11/18).

Namun, lanjut Mahfud MD, secara moral, tak layak seorang yang berstatus sebagai tersangka masih memimpin lemabag tinggi negara.

“Tapi secara moral tidak pantas jika lembaga negara dipimpin oleh TSK korupsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mahfud MD juga menjelaskan, hukum bersumber dari moral dan etik. Karenanya, sangat tidak heran jika moral dan etik kerap disebut lebih tinggi dari hukum.

“Hukum itu bersumber dari moral dan etik sehingga ada yang bilang moral dan etik lebih tinggi daripada hukum. Pilih yang mana?” tanya Mahfud MD.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN Taufik Kurniawan sebagai tersangka korupsi atas kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen Jawa, Tengah.

“KPK menetapkan TK (Taufik Kurniawan) Wakil ketua DPR RI periode 2014-2019 sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dalam jumpa persnya di gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa lalu.[far]

Bagikan Ini :