Presiden RI Joko Widodo/Net

telusur.co.id – Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha berharap Presiden Indonesia Joko Widodo kembali memberlakukan moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi. Hal itu dikatakan Tamliha, setelah adanya peritiwa hukum mati TKI asal Majalengka Tuti Tursilawati.

“Saya setuju perlu dilakukan moratorium kembali,” ucap Tamliha di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11/18).

Tamliha menjelaskan, selama hukum Arab Saudi masih menggunakan hukum Islam yang tertuang dalam Al-Quran dan Hadis maka Negara -negara lain hanya bisa melakukan negosiasi.

“Kita tidak bisa teriak-teriak minta notifikasi. Disana menurut hukum fikih nyawa dibayar nyawa kecuali mendapatkan ampunan dari keluarga korban. (Untuk kasus tuti) Padahal dia mau diperkosa makanya dia memukul orang tersebut lalu mati,” ujarnya.

Selain itu, harapan di berlakukannya Moratorium lantaran dirinya melihat bangak persoalan yang merugikan para TKI seperti tidak dibayarkan gaji selama berbulan-bulan. Padahal TKI perbulan hanya mendapatkan 1000-1500 real atau setara 3 juta rupiah.

“Makanya kita minta ke pak Jokowi hak usahlah kirim-kirim TKI ke Arab Saudi lagi. Sepanjang SDM kita kurang baik terlebih lagi tidak mempuyai bahasa Arab sebaiknya moratorium tetap dilanjutkan,” ungkapnya kembali.

Diketahui Otoritas Kerejaan Arab Saudi memutuskan untuk mengeksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati asal Majalengka, Jawa Barat (Jabar) yang dituding membunuh majikannya. Parahnya, keputusan eksekusi mati terhadap Tuti itu tidak diketahui oleh Pemerintah Indonesia.[far]

Bagikan Ini :