Rizal Ramli/telusur.co.id

telusur.co.id- Ekonom senior, Rizal Ramli angkat bicara terkait polemik mobil Esemka. Sebab, berdasarkan pernyataan calon wakil presiden nomor urut satu, Ma’ruf Amin yang menyebut Esemka yang dirintis oleh Presiden Joko Widodo itu bakal diluncur Oktober 2018, namun sudah menginjak November peluncuran tersebut belum juga dilakukan.

RR, sapaan karibnya, menjelaskan, reverse engineering atau teknik terbalik ( rekayasa terbalik) adalah proses biasa dalam industrialisasi bangsa-bangsa.

“Reverse Engineering’, atau ‘Teknik Terbalik’, adalah proses biasa dalam industrialisasi bangsa-bangsa,” tulis RR dalam akun twitternya @RamliRizal, Kamis (1/11/18).

Menurut RR, awalnya, Jepang itu meniru produksi mobil dari Amerika Serikat, Korea Selatan. Kemudian, hal itu berbalik dimana negara-negara kembali meniru Jepang.

Namun, dalam reverse engineering itu selalu ada modifikasi yang selalu ditonjolkan. Negara-negara tersebut, tegas RR, bukan hanya menonjolkan merk atau brand semata.

“Awalnya, Jepang meniru mobil Amerika, Korea tiru Jepang – tetapi selalu dgn modifikasi & tambahan innovasi! Bukan sekedar tempel merek spt Timor dan .. Bangsa kita kreatif, bisa!”cuitnya.[far]

Bagikan Ini :