Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi/Net

telusur.co.id-Tenaga Kerja Indonesi (TKI) asal Majalengka Tuti Tursilawati  dieksekusi mati oleh pemerintahan Arab Saudi tanpa notifikasi kepada Pemerintahan Indonesia.

Mengenai hal itu, Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi mendorong Pemerintah Indonesia Teken Mandatory Consuler Notification (MNC) soal Notifikasi Proses Hukum WNI di Arab Saudi, selain mendorong pemerintah melakukan nota protes kepada pemerintah Arab Saudi atas eksekusi tersebut.

“Mendorong pemerintah RI untuk melakukan mandatory consuler notification (MNC) dengan pemerintah Arab Saudi yang isinya memberi pemberitahuan soal proses hukum yang menimpa WNI di Arab Saudi,” ucap Arwani dalam keterangannya, Jumat (2/11/18).

Menurutnya, hal itu sangat penting guna menunjukkan  marwah bangsa Indonesia dan bagian dari solidaritas bangsa atas eksekusi yang menimpa almarhumah Tuti.

Sebab, kata dia, Ketiadaan pembertahuan (notifikasi) oleh pemerintah Arab Saudi  ke pemerintah RI soal eksekusi Tuti tidak terlepas tidak adanya kesepakatan di antara kedua negara ini.  Ditambah lagi, Kovensi Wina juga hanya mengatur soal notifikasi paska kematian. Dalam kasus Tuti, notifikasi eksekusi hanya diterima oleh pihak keluarga almarhumah.

“Dalam 2,5 tahun terakhir, sedikitnya 7 nyawa WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi kembali ke Tanah Air dengan selamat. Khusus eksekusi yang menimpa Tuti, publik tanah air termasuk pemerintah RI tidak mengetahuinya, semata-mata ketiadaan payung hukum berupa kesepakatan yang mengatur soal pemberitahuan masalah tersebut,” tutur Arwani

“Apapun, kita harus melakukan langkah-langkah konkret untuk memastikan peristiwa yang menimpa Tuti tidak terulang di waktu mendatang. Koordinasi antarlembaga mulai BNP2TKI, Kemnaker, Kemlu, termasuk Kedubes Indonesia di luar negeri untuk menguatkan koordinasi dengan baik dan melakukan terobosan yang positif,” tuturnya kembali (Isk)

Bagikan Ini :