Novel Bamukmin/ Foto: net

telusur.co.id- Massa bela kalimat Tauhid tatap keukeh menggelar aksi lanjutan di depan Istana Presiden di Medan Merdeka Barat pada Jumat (2/11/18) usai shalat Jumat. Padahal aksi ini sebelumnya sudah dikecam berbagai pihak, pasalnya saat ini Indonesia tengah berduka atas musibah jatuhnya Lion Air JT 610 di periaran Karawang.

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Bamukmin menepis anggpan tersebut. Dia berdalih, aksi 211 malah untuk menangkal bencana yang menghadang negeri ini kedepannya.

“Karena bencana ini ulah penguasa yang melakukan banyak kemungkaran sehingga Allah SWT marah kepada penguasa,” kata Novel saat dihubungi, Jumat (2/11/18).

Dijelaskan, aksi 211 Bela Tauhid juga bakal diwarnai doa bersama untuk korban bencana. Bahkan dalam aksi yang terkait dengan insiden pembakaran bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh oknum anggota Banser di Garut, akan menggalang dana untuk korban musibah di Indonesia.

“Dan kami dari awal bencana musibah yang ada di Indonesia tidak putus mengirim bantuan diseluruh daerah yang terkena musibah melalui HILMI – FPI yang turun langsung dan saat ini masih bertahan di lombok dan sudah banyak yang dipalu,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto sempat mengimbau agar massa dari luar daerah tidak ikut aksi 211 yang dijadwalkan hari ini, Jumat. Ari juga berpendapat jika aksi ini kurang pas digelar saat negara sedang berduka akihat banyak bencana alam dan adanya kecelakaan pesawat Lion Air JT610.

Ia berharap aksi tersebut dapat berlangsung sesuai aturan-aturan yang berlaku.

“Kita sedang berkabung, bencana di Lombok, ada bencana di Palu, baru saja lagi ada (kecelakaan pesawat) bencana, kalau kita harus yang seperti ini (mengadakan aksi) kok kayaknya kurang berempati menurut saya sih ya. Tapi persoalan ini sudah ditangani oleh polisi,” ujar Ari Dono.[far]

Bagikan Ini :