telusur.co.id – Sejumlah organisasi kepemudaan Islam menyatakan sikapnya terkait kejadian pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Mereka meminta semua pihak agar bersikap bijaksana dan menyerahkan penyelesaian masalah tersebut kepada proses hukum.

“Mengenai kasus pembakaran bendera di Garut biarkan pihak Kepolisian bekerja. Umat Islam jangan terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan dan provokatif yang bisa mengadudomba sesama anak bangsa,” kata Arief Ihsan dari Forum Indonesia Satu saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/11/18).

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat Himran, Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu mengkhawatirkan adanya upaya mempolitisasi masalah pembakaran bendera tersebut.

Menurutnya, semua pihak terutama elit politik agar tidak menggunakan isu agama untuk kepentingan Pilpres 2019.

“Perkembangan kasus pembakaran bendera di Garut sudah mengarah kepada politik. Para elit politik mulai bermain menunggangi isu ini menjadi isu politik. Padahal ini adalah kasus kriminal murni, seharusnya larinya ke proses hukum. Sudah benar kemarin dilaporkan ke Kepolisian. Ormas yang tergabung dalam aksi Bela Tauhid harusnya fokus pada pengawalan kasus hukumnya,” kata Rahmat.

Hal senada disampaikan Rahmat Pakaya dari Jaringan Aliansi Nasional) yang menyatakan pihaknya secara tegas menganggap kasus pembakaran bendera itu adalah ranah Kepolisian. Rahmat berpendapat biarkan proses hukum berjalan dan tidak dipolitisir oleh kepentingan politik Pilpres 2019.

“Jangan masalah ini dijadikan alat adu domba sesama anak bangsa terutama umat Islam. Kami tida mau Indonesia menjadi seperti Timur Tengah. Jangan jadikan masalah ini menjadi isu untuk memecahbelah,” kata dia.

Adapun Choirul Amin dari Gerakan Perubahan Indonesia meyakini bahwa hampir semua umat Islam tersentuh hatinya melihat kasus ini. Persoalan ini kemudian bergulir dan sampai hari ini. Polisi, kata Amin, sudah menetapkan tersangka pelaku pembakaran bendera dan si pembawa bendera.

“Artinya polisi sudah bekerja sebagaimana yang diharapkan oleh umat Islam untuk mengusut tuntas persoalan ini. Semoga masalah ini tidak terulang lagi,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :